Jombang, Satupena.co.id – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang, Senin (22/9/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Kehadiran Menag disambut hangat jajaran pengurus yayasan serta ratusan santri putra dan putri yang melambaikan bendera kecil dengan penuh antusias.
Turut hadir dalam penyambutan, di antaranya KH Kholil Dahlan, KH Zaimudin Wijaya As’ad, KH Rohmatul Akbar Rifa’i (Gus Bang), Dr. KH HM Zulfikar As’ad, MMR, serta Drs. H. Muh Iqbal Hasyim. Rombongan diterima di Gedung Sekretariat Pondok Pesantren Darul Ulum sebelum melanjutkan agenda bersama para santri dan pengurus.
Dalam tausiyahnya, Menteri Agama menegaskan pentingnya rasa syukur atas kesempatan menimba ilmu di Indonesia. Ia mencontohkan kondisi anak-anak di Palestina yang kehilangan hak pendidikan akibat krisis kemanusiaan.
“Anak-anak di Palestina hari ini sudah buta huruf karena tidak ada akses pendidikan. Karena itu, kita semua harus bersyukur hidup di Indonesia sebagai umat muslim yang masih dapat belajar dengan tenang,” ujar Menag.
Selain menyampaikan pesan spiritual, kunjungan ini juga dirangkai dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para santri. Kegiatan tersebut berlangsung di ballroom kantor pusat pesantren dan disambut antusias oleh ribuan santri.
KH Kholil Dahlan menjelaskan, Pondok Pesantren Darul Ulum saat ini mendapat alokasi tiga dapur MBG, masing-masing mampu melayani 3.500 porsi makanan. Dengan jumlah santri sekitar 10.300 orang, pihak pesantren berharap program ini dapat terus diperluas agar lebih banyak santri merasakan manfaatnya.
“Program makan bergizi dan pemeriksaan kesehatan ini sangat membantu. Ketika kebutuhan gizi tercukupi, para santri akan lebih bersemangat dan optimal dalam belajar,” kata KH Kholil Dahlan.
Menag menambahkan, program CKG dan MBG merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memperhatikan kesejahteraan santri, tidak hanya dari sisi spiritual dan akademik, tetapi juga kesehatan jasmani. Menurutnya, pendidikan di pesantren harus ditopang gizi yang baik agar pembentukan karakter dan kualitas belajar lebih maksimal.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam mendukung lahirnya generasi santri yang sehat, berilmu, berkarakter, serta memiliki kepedulian sosial dan rasa syukur yang tinggi.
Rep: Adi Waluyo












