Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menerima bantuan kemanusiaan berupa 50.000 eksemplar Mushaf Al-Qur’an dari Lembaga Markaz Bersama Assunnah (MBA) yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di berbagai wilayah Aceh.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Tamiang, Drs. Syuibun Anwar, yang mewakili Bupati Aceh Tamiang, dalam kunjungan kerja rombongan MBA di ruang kerjanya, Kamis (16/04/2026).
Dalam kesempatan itu, Syuibun Anwar menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian MBA beserta para donatur. Ia menegaskan bahwa Mushaf yang telah diterima akan segera difasilitasi untuk didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak melalui Pemerintah Aceh.
“Kami akan memfasilitasi penurunan 50 ribu eksemplar Mushaf di sini. Mushaf yang mulia ini akan segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujarnya.
Ketua Pembina MBA, Muhammad Wujud, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil kolaborasi relawan, donatur, dan berbagai lembaga kemanusiaan yang ingin meringankan beban korban banjir di Aceh.
Ia juga mengungkapkan bahwa Mushaf Al-Qur’an tersebut didatangkan langsung dari Madinah, Arab Saudi, dan menempuh perjalanan panjang selama kurang lebih tiga bulan sebelum akhirnya tiba di Aceh.
“Alhamdulillah, hari ini bantuan ini telah sampai di Aceh Tamiang. Mushaf ini kami persembahkan khusus untuk saudara-saudara kami yang sedang menghadapi musibah banjir,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Muhammad Wujud menjelaskan bahwa Aceh Tamiang dipilih sebagai titik penurunan bantuan karena kondisi infrastruktur di jalur lain belum memungkinkan. Salah satu kendala adalah kerusakan jembatan di wilayah Bireuen yang tidak dapat dilalui kendaraan berat.
“Nantinya akan dilakukan serah terima secara resmi bersama Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh yang mewakili Gubernur Aceh,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh, Marzuki, S.Ag., M.H., menyambut baik bantuan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada MBA, PULDAPPI, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Ia menekankan bahwa Al-Qur’an memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan manusia, tidak hanya sebagai kitab suci, tetapi juga sebagai penyembuh bagi hati dan jiwa.
“Al-Qur’an adalah syifa atau obat. Ia bukan hanya menyembuhkan secara fisik, tetapi juga menjadi penenang jiwa dan benteng dari hal-hal yang tidak terlihat,” jelasnya.
Marzuki berharap, Mushaf yang disalurkan dapat menjadi cahaya dan pedoman hidup bagi masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan spiritual mereka dalam menghadapi proses pemulihan pascabencana.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, disaksikan oleh unsur Forkopimda, Kepala Dinas Syari’at Islam Aceh Tamiang, serta perwakilan lembaga terkait yang turut mendukung kelancaran distribusi bantuan. ( D. Yogi. S ).












