AcehBENER MERIAHBeritaTNI Polri

Mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83 dan Polres Bener Meriah Salurkan Bansos Kapolri untuk Korban Bencana

×

Mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83 dan Polres Bener Meriah Salurkan Bansos Kapolri untuk Korban Bencana

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah- Satupena.co.id: Mahasiswa Lemdiklat Polri Angkatan 83/Wira Parama Satwika (WPS) bersama jajaran menyalurkan bantuan sosial dari kepada warga terdampak bencana di Dusun Sejahtera, Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Selasa (24/2/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kepedulian sosial Kapolri bagi masyarakat yang terdampak bencana alam, khususnya di wilayah Bener Meriah. Penyaluran dilakukan secara langsung dengan menyasar warga yang membutuhkan di lokasi terdampak.

Baca juga Artikel ini :  Azhari Resmi di Lantik Menjadi Pj Walikota Subulussalam

Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto mengatakan, bantuan itu menjadi bentuk perhatian pimpinan Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit, terlebih dalam momentum bulan suci Ramadan.

“Bantuan sosial ini merupakan wujud kepedulian Bapak Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah. Kami berharap dapat sedikit meringankan beban warga, apalagi di bulan Ramadan yang penuh berkah ini,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Gelar Upacara Hari Kesadaran Nasional

Proses penyerahan bantuan berlangsung secara langsung dan melibatkan mahasiswa STIK-PTIK Angkatan 83/WPS bersama personel Polres Bener Meriah. Mereka mendatangi warga untuk memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Selain bantuan materiil, kehadiran aparat kepolisian dan peserta didik STIK-PTIK itu juga membawa dukungan moril bagi masyarakat. Interaksi yang terjalin di lapangan diharapkan mampu memperkuat hubungan antara Polri dan warga.

Baca juga Artikel ini :  Dr. Iswadi, M.Pd.: Pendidikan, Kunci Menuju Kemandirian Bangsa

Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi darurat dan bencana. Momentum Ramadan juga dimaknai sebagai penguat nilai solidaritas dan kemanusiaan dalam pelayanan kepada publik.