Aceh Tengah, Satupena.co.id – Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Aceh Tengah pada 26 November 2025 yang lalu terus dilakukan secara intensif. Salah satunya melalui pembangunan jembatan apung sebagai akses vital bagi masyarakat desa terisolir.
Pada tanggal 17 hingga 18 Januari 2026, anggota Koramil 05/Linge Kodim 0106/Aceh Tengah yang dipimpin langsung oleh Batuud Koramil 05/Linge, Serka M.T. Hasibuan, bersama 10 personel Yon TP 854/DK, Relawan Hands Foundation, Relawan Jagong Jeget Tanpa Batas, serta masyarakat Desa Reje Payung dan Desa Jamat, melaksanakan pembangunan jembatan apung yang menghubungkan Desa Jamat dengan Desa Reje Payung.
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan secara gotong royong, bahkan hingga malam hari, demi mengejar target penyelesaian dan mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat. Jembatan apung ini memiliki panjang sekitar 74 meter dengan lebar 1,5 meter dan diperuntukkan bagi transportasi roda dua.
Keberadaan jembatan ini sangat vital, tidak hanya untuk mengangkut logistik dan hasil panen para petani, tetapi juga sebagai jalur evakuasi bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis darurat.
Adapun bahan yang digunakan dalam pembangunan jembatan apung tersebut antara lain 50 buah drum plastik sebagai pelampung, seling baja besar dan sedang dengan total panjang ratusan meter sebagai penahan dan pengikat beban, besi berbagai ukuran, kawat ikat, paku, kayu broti, glogor, balok, papan lantai, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Hingga Minggu malam, 18 Januari 2026 sekitar pukul 18.20 WIB, progres pengerjaan jembatan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan dapat segera difungsikan untuk mendukung mobilitas dan pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, relawan, dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana serta mempercepat pemulihan kehidupan warga di wilayah terpencil Kabupaten Aceh Tengah.










