Aceh Tengah –Satupena.co.id; Kondisi Jalan Lintas Provinsi Takengon–Meulaboh tepatnya di kawasan Pepalang hingga kini masih memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor pada 26 November 2025 lalu belum sepenuhnya tertangani, sehingga menyulitkan para pengguna jalan yang melintas.Senin 6/4/2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah material longsor masih terlihat menumpuk di sisi kanan dan kiri badan jalan. Hal ini membuat ruang lintas kendaraan menjadi sempit dan rawan terjadi kecelakaan, terutama saat cuaca buruk.
Kondisi tersebut semakin diperparah dengan tidak tersedianya saluran drainase yang memadai. Akibatnya, air dari pegunungan maupun curah hujan langsung mengalir ke badan jalan dan menggenang dalam waktu lama. Jika terus dibiarkan, situasi ini dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan hingga mengancam putusnya badan jalan di kawasan Pepalang.
Sejumlah masyarakat yang melintas mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan serius guna mencegah kerusakan yang lebih parah.
“Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir jalan ini bisa putus total. Ini satu-satunya akses penting bagi kami,” ujar salah seorang pengguna jalan.
Sebagai informasi, Jalan Pepalang merupakan jalur vital yang menghubungkan masyarakat Kecamatan Celala dengan wilayah lain, sekaligus menjadi akses strategis menuju Kabupaten Aceh Selatan. Kerusakan jalan ini tentu berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di kawasan tersebut. ( Onot Pejebe ).














