Aceh Tengah –Satupena.co.id: Warga Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, kembali diuji bencana alam di tengah trauma yang masih membekas akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Tengah pada 26 November 2025 lalu. Kali ini, hujan es disertai angin kencang menerjang wilayah tersebut pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa cuaca ekstrem ini menimbulkan kerusakan signifikan, terutama pada sektor perkebunan kopi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. Di Desa Damar Mulyo, hujan es dengan intensitas tinggi menghantam lahan pertanian warga hingga merusak tanaman kopi secara luas dan menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar.
Selain itu, angin kencang yang menyertai hujan es juga merusak sejumlah Fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, turut terdampak dalam kejadian tersebut.
Di Desa Gayo Murni, bangunan tempat parkir kendaraan roda dua yang berada di halaman masjid dilaporkan roboh setelah diterjang angin kencang dan hujan es.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait total kerugian maupun korban jiwa. Namun, warga berharap pemerintah daerah segera melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Aceh Tengah, terlebih di tengah kondisi psikologis masyarakat yang masih dibayangi trauma akibat bencana sebelumnya. ( Supriyanto ).














