AcehACEH TENGAHBerita

Haji Uma Kawal Pemulangan PMI Takengon yang Meninggal di Johor

44
×

Haji Uma Kawal Pemulangan PMI Takengon yang Meninggal di Johor

Sebarkan artikel ini

Takengon, Satupena.co.id – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Takengon, Aceh Tengah, bernama Khasnaini Mahara (26), ditemukan meninggal dunia di Johor, Malaysia, dalam kondisi yang menyisakan banyak kejanggalan. Almarhum yang berasal dari Desa Hakim Bale Bujang, Kecamatan Lut Tawar, tersebut sebelumnya berniat pulang ke kampung halaman, namun tak pernah sampai. Jenazahnya ditemukan pada Selasa (27/1/2026).

Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, menyampaikan bahwa kabar meninggalnya Khasnaini diterimanya pada 27 Januari 2026 dari tim di Malaysia. Setelah menerima informasi tersebut, Haji Uma langsung menginstruksikan timnya untuk melakukan penelusuran serta mengurus proses pemulangan jenazah ke Indonesia.

“Begitu kami menerima informasi dari keluarga dan Tim Gabungan Aceh Bersatu (GAB) di Malaysia, kami langsung bergerak untuk memastikan identitas jenazah dan mengurus seluruh proses pemulangan. Insya Allah, jenazah akan tiba di Bandara Kualanamu sebelum dipulangkan ke Takengon,” ujar Haji Uma.

Berdasarkan keterangan keluarga, pada 16 Januari 2026 Khasnaini berencana pulang ke Aceh. Namun, paspornya ditahan oleh majikan tempat ia bekerja sebagai penjual kue di kawasan pusat perbelanjaan di Johor. Karena tidak memegang dokumen perjalanan, almarhum memutuskan pulang melalui jalur tidak resmi.

Baca juga Artikel ini :  Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Aramiyah Salurkan Bantuan Sosial Berupa Sembako Kepada Korban Banjir Di Desa Pekan Seruway Kec. Seruway Kab. Aceh Tamiang

Pada hari keberangkatannya, Khasnaini masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Sekitar pukul 19.30 waktu setempat, ia dijemput oleh seorang agen yang menjanjikan perjalanan dari Johor menuju Batam. Keluarga diminta mentransfer uang sebesar Rp2,5 juta sebagai biaya kepulangan. Setelah itu, komunikasi terputus dan nomor telepon almarhum tidak lagi aktif.

Upaya pencarian pun dilakukan keluarga dengan menghubungi berbagai pihak, termasuk KJRI dan rekan-rekan almarhum di Malaysia.

Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya diperoleh informasi adanya jenazah WNI di salah satu rumah sakit di Johor. Tim Haji Uma kemudian mendatangi rumah sakit tersebut dan melakukan verifikasi identitas, yang selanjutnya dipastikan bahwa jenazah tersebut adalah Khasnaini Mahara.

Haji Uma mengungkapkan, kondisi jenazah menimbulkan banyak tanda tanya. Ditemukan sejumlah luka berupa sobekan di beberapa bagian tubuh, termasuk pada mata dan pelipis. Informasi awal menyebutkan almarhum diduga jatuh dari kapal dan terkena baling-baling. Namun, jenazah ditemukan di pinggir pantai dengan tas dan KTP masih utuh berada di dekat tubuhnya, sementara telepon genggam tidak ditemukan.

Baca juga Artikel ini :  Cooling System Pilkada 2024, Kapolres Pidie Sambangi Warga Mila

“Kondisi ini menimbulkan kecurigaan. Jika benar jatuh dari kapal dan terkena baling-baling, bagaimana mungkin tas dan KTP masih utuh di samping jenazah. Ini harus diusut sampai terang,” tegas Haji Uma.

Untuk mempercepat proses pemulangan, Haji Uma memutuskan agar proses hukum di Malaysia tidak dilakukan terlebih dahulu agar jenazah tidak tertahan lebih lama. Penelusuran lanjutan akan dilakukan di Indonesia, khususnya terhadap pihak agen dan rekening yang menerima transfer uang dari keluarga korban.

Total biaya pemulangan jenazah dari Johor ke Bandara Internasional Kualanamu, Medan, mencapai Rp22 juta. Dari jumlah tersebut, keluarga almarhum menanggung Rp17 juta, sementara Rp5 juta ditanggung langsung oleh Haji Uma sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan.

Dalam proses pemulangan ini, Haji Uma dan keluarga juga mendapat dukungan dari jaringan relawan Aceh di Malaysia yang tergabung dalam Gabungan Aceh Bersatu (GAB), yang membantu pengurusan administrasi dan koordinasi di lapangan. BP3MI Aceh turut memfasilitasi ambulans dari bandara hingga ke rumah duka di Takengon.

Baca juga Artikel ini :  Jalan Rusak Lumpuhkan Aktivitas ke SMPN 16 Lhokseumawe: Murid dan Petani Terjebak dalam Lumpur Bertahun-tahun

Jenazah almarhum dijadwalkan tiba pada Selasa, 28 Januari 2026, di Bandara Internasional Kualanamu menggunakan pesawat Malaysia Airlines sekitar pukul 16.00 WIB. Setibanya di Kualanamu, jenazah akan diterima oleh Staf DPD RI Perwakilan Sumatera Utara, Fajrin, untuk selanjutnya diberangkatkan menuju rumah duka di Takengon.

Haji Uma menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya Ketua GAB Tgk Junaidi, seluruh tim relawan Aceh di Malaysia, BP3MI Aceh, serta semua pihak yang turut berkontribusi dalam proses pemulangan almarhum. Ia juga mendoakan agar Khasnaini Mahara mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Lebih lanjut, Haji Uma menegaskan bahwa kematian Khasnaini Mahara tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa kejelasan. Ia berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini bersama aparat penegak hukum agar kebenaran terungkap dan keadilan dapat diperoleh oleh keluarga korban, sekaligus menjadi pelajaran penting dalam upaya perlindungan pekerja migran Indonesia di luar negeri.