Aceh Tengah, Satupena.co.id – Gempabumi tektonik dengan magnitudo 2,5 mengguncang Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya pada Jumat dini hari, 23 Januari 2026, sekitar pukul 02.32 WIB.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempabumi terletak pada koordinat 4,76° Lintang Utara dan 96,77° Bujur Timur, atau tepatnya berada di darat, sekitar 8 kilometer arah barat Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, dengan kedalaman 10 kilometer.
BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi tersebut tergolong sebagai gempabumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Getaran gempabumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Bener Meriah dengan intensitas III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai sensasi seperti truk besar yang sedang melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Hingga pukul 05.03 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan belum terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk selalu memastikan informasi resmi hanya diperoleh dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Informasi kebencanaan dapat diakses melalui media sosial resmi BMKG (@infoBMKG), situs web www.bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi BMKG di perangkat Android dan iOS.
Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, S.Si., M.Sc., menegaskan bahwa BMKG akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas seismik di wilayah Aceh guna memastikan keselamatan masyarakat.










