Aceh Tengah,Satupena.co.id.
Sejumlah guru honorer di Kabupaten Aceh Tengah mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap beberapa oknum kepala sekolah yang diduga menahan gaji mereka, meskipun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap kedua telah dicairkan. Para guru ini merasa hak mereka diabaikan tanpa alasan yang jelas, padahal mereka sangat bergantung pada gaji tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Jumat 28 Maret 2025.
Salah satu guru SD yang masih berstatus honorer, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa terakhir kali mereka menerima gaji adalah pada Januari 2025. Sejak saat itu, mereka belum menerima pembayaran lagi, meskipun dana BOS yang seharusnya digunakan untuk membayar honor guru telah tersedia.
“Seharusnya ada empati dari kepala sekolah kami. Gaji yang kami terima memang tidak besar, tetapi sangat membantu, apalagi menjelang hari raya. Kami hanya menerima gaji tiga bulan sekali, dan kini pembayaran kembali tertunda tanpa alasan yang jelas,” ujarnya dengan nada kecewa.
Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan guru honorer yang sudah bekerja dengan dedikasi tinggi, meski dengan bayaran yang minim. Mereka mendesak pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan, untuk segera turun tangan dan mengklarifikasi masalah ini. Jika terbukti ada penyimpangan, tindakan tegas harus diambil agar kejadian serupa tidak terulang dan hak para guru honorer tetap terjamin.
( YE )