ACEH TIMUR

Enam Jenazah Perempuan Pengungsi Rohingya Akan Dimakamkan di Madat

57
×

Enam Jenazah Perempuan Pengungsi Rohingya Akan Dimakamkan di Madat

Sebarkan artikel ini

0:00

Aceh Timur – Enam jenazah perempuan dari komunitas pengungsi muslim Rohingya yang meninggal dunia setelah tiba di pesisir Desa Meunasah Hasan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, akan segera dimakamkan di pemakaman umum desa setempat. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah melakukan koordinasi dengan aparatur desa serta masyarakat setempat yang menyatakan kesediaan mereka untuk mengurus prosesi fardu kifayah serta pemakaman para jenazah di desa itu.

 

“Kita sudah berkoordinasi dengan aparatur desa dan masyarakat, dan mereka telah menyetujui untuk memfardu kifayahkan serta memakamkan para jenazah ini di Desa Meunasah Hasan,” jelas Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah M. Ridha, kepada media pada Kamis (31/10/2024).

 

Dia juga menambahkan bahwa untuk pembiayaan proses fardu kifayah ini, pihak desa akan berkoordinasi dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) guna memastikan semua kebutuhan dapat terpenuhi. “Kami berharap dukungan dari pihak UNHCR agar proses fardu kifayah dapat berjalan lancar sesuai dengan tata cara yang layak bagi para jenazah,” tambahnya.

Baca juga Artikel ini :   Polres Aceh Timur Berhasil Ungkap Pelaku Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika,

 

Sementara itu, menurut data yang ada, selain enam orang yang meninggal dunia, sebanyak 90 pengungsi lainnya yang terdiri dari 37 laki-laki, 46 perempuan, dan 7 anak-anak masih berada di lokasi pendaratan di Desa Meunasah Hasan. Mereka sementara waktu ditampung di tempat yang disediakan, sembari mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah serta aparat terkait.

 

Pj Bupati menjelaskan lebih lanjut bahwa informasi dari lapangan menunjukkan para pengungsi ini awalnya diturunkan dari sebuah kapal sekitar satu kilometer dari pantai Meunasah Hasan. Dalam kondisi tanpa alat bantu dan dengan jarak yang cukup jauh dari daratan, mereka dipaksa berenang hingga mencapai pantai desa. “Informasi yang kami terima di lapangan menyebutkan bahwa mereka diturunkan dari boat sekitar satu kilometer lepas pantai Meunasah Hasan, lalu berenang ke pinggir pantai Desa Meunasah Hasan,” papar Pj Bupati Amrullah.

 

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, mengingat para pengungsi tersebut harus mempertaruhkan nyawa mereka di laut untuk mencapai daratan. Banyak dari mereka mengalami kelelahan parah dan kondisi kesehatan yang memburuk akibat perjalanan panjang yang penuh risiko ini. Amrullah menyatakan bahwa pihaknya langsung meminta bantuan medis dari tim kesehatan Puskesmas Madat untuk memberikan perawatan bagi para pengungsi yang masih bertahan hidup, terutama yang mengalami kondisi lemah atau sakit.

Baca juga Artikel ini :   Kisruh KONI Dan Pengurus, 4 Aliansi Wartawan Minta Polisi Selesaikan Secara Restorative Justice

 

“Kesehatan para pengungsi yang masih hidup menjadi prioritas kami saat ini. Oleh karena itu, kami telah meminta tim kesehatan dari Puskesmas Madat untuk turun langsung memberikan penanganan medis kepada mereka yang membutuhkan,” ungkap Amrullah. Tim medis sudah berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal dan memberikan perawatan kepada para pengungsi yang mengalami masalah kesehatan akibat kelelahan dan kekurangan asupan selama di perjalanan.

 

Situasi kedatangan pengungsi Rohingya ini menambah catatan kemanusiaan bagi wilayah Aceh Timur yang kerap menjadi tempat persinggahan para pengungsi etnis Rohingya yang melarikan diri dari kampung halaman mereka. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama masyarakat setempat terus berupaya memberikan dukungan dan bantuan kemanusiaan semaksimal mungkin, agar para pengungsi mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang layak.

Baca juga Artikel ini :   Silaturahmi dengan Wartawan PESAWAT, Haji Tole Berkomitmen Majukan Aceh Timur

 

Sikap solidaritas ini menunjukkan kepedulian besar dari masyarakat Aceh terhadap pengungsi Rohingya yang sering kali harus menempuh perjalanan laut berbahaya untuk mencari tempat yang aman. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban mereka yang telah melewati perjalanan panjang dan penuh risiko demi mencari kehidupan yang lebih baik dan aman. Pemerintah daerah juga berupaya menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga internasional, seperti UNHCR, agar para pengungsi mendapatkan perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan selama mereka berada di wilayah Aceh Timur.

 

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para pengungsi dapat segera memulihkan kondisi fisik dan mental mereka setelah melewati perjalanan yang berat.

 

 

Reporter: ZAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *