ACEH UTARA

Dari Julukan “Kota Sampah” ke Kota Asri, Gebrakan Ayah Wa Bersihkan Panton Labu

×

Dari Julukan “Kota Sampah” ke Kota Asri, Gebrakan Ayah Wa Bersihkan Panton Labu

Sebarkan artikel ini

 

Aceh Utara Kamis 27 Februari 2026 — Transformasi besar terjadi di Kota Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Wilayah yang selama bertahun-tahun dijuluki sebagai “kota sampah” kini berubah menjadi kota yang bersih, tertata, dan lebih asri berkat kebijakan strategis Bupati Ajalil Ismail, yang akrab disapa Ayah Wa.

 

Perubahan tersebut tidak terjadi secara instan, Ayah Wa menerapkan kebijakan baru dengan menyerahkan pengelolaan sampah kepada pihak ketiga (vendor) melalui skema uji coba, Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memberikan subsidi berupa dukungan tenaga dari Dinas Kebersihan serta armada pengangkut sampah. Setelah sistem dinilai berjalan optimal dan mandiri, pengelolaan akan diserahkan sepenuhnya kepada vendor.

Baca juga Artikel ini :  Satgas TMMD ke-124 Kodim 0103/Aceh Utara Mulai Tingkatkan Akses Jalan Perkebunan di Desa Pase Sentosa

 

“Kebijakan ini menjadi percontohan yang dimulai dari Panton Labu, yang selama ini dijuluki kota sampah. Tujuannya agar bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain dalam mengelola sampah secara profesional dan berkelanjutan. Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat Panton Labu sudah jauh lebih bersih. Mudah-mudahan ini menjadi contoh, ujar Ayah Wa.

 

Langkah tersebut dinilai sebagai terobosan inovatif dan efektif dalam menjawab persoalan klasik yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Tumpukan sampah di sejumlah sudut kota yang dulu menjadi pemandangan sehari-hari, kini perlahan menghilang, Jalan-jalan utama terlihat lebih rapi, lingkungan pasar lebih tertata, dan kawasan pemukiman mulai terbebas dari bau menyengat akibat sampah menumpuk.

Baca juga Artikel ini :  Polsek Syamtalira Bayu Tarawih Keliling di Mesjid Syuhada Mideun Bayu

 

Tokoh masyarakat Tanah Jambo Aye, Indra Agustiadi, turut memberikan apresiasi atas perubahan signifikan tersebut. Menurutnya, persoalan sampah telah menjadi momok bertahun-tahun bagi warga Panton Labu.

 

“Selama ini sampah menjadi keluhan utama masyarakat. Sekarang kota sudah jauh lebih bersih. Ini patut kita apresiasi. Kebijakan Ayah Wa terbukti membawa perubahan nyata, ujar Indra.

 

Namun demikian, Indra juga mengingatkan bahwa keberhasilan ini tidak akan bertahan tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat. Ia berharap warga ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan serta mendukung sistem pengelolaan yang telah dibangun pemerintah.

Baca juga Artikel ini :  Tim Wasev Mabesad TNI AD Tinjau Progres TMMD ke-124 di Aceh Utara

 

Transformasi Panton Labu menjadi simbol bahwa persoalan kebersihan bukan semata-mata soal anggaran, tetapi soal keberanian mengambil kebijakan, ketegasan dalam pelaksanaan, serta kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Jika konsistensi terus dijaga, bukan tidak mungkin Panton Labu akan benar-benar lepas dari stigma lama dan tumbuh sebagai kota yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan di Kabupaten Aceh Utara.

 

Reporter: ZAS