Tapanuli Utara- Satupena.co.id: Bupati Tapanuli Utara (Taput) Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat resmi membuka Jambore Kader PKK Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di Jetun, Silangit, Kecamatan Siborongborong, Kamis (12/2). Kegiatan yang digelar selama dua hari, 12–13 Februari 2026, itu diikuti Ketua dan Kader Tim Penggerak (TP) PKK tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa se-Taput.
Dalam sambutannya, Jonius mengajak seluruh peserta mensyukuri kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam suasana kebersamaan. Ia menegaskan pentingnya menjaga soliditas dan semangat gotong royong, terutama di tengah kondisi sejumlah daerah yang masih menghadapi bencana.
“Kita patut bersyukur karena masih diberi kesehatan dan bisa berkumpul hari ini. Kebersamaan ini harus kita jaga sebagai kekuatan,” ujar Jonius.
Menurut dia, jambore kader PKK menjadi momentum strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas tingkatan, mulai dari desa hingga kabupaten. Ia meyakini kegiatan tersebut dapat mempererat koordinasi antarkecamatan dan desa dalam menjalankan program pembangunan daerah.
“Saya yakin jambore ini berdampak positif dalam mempererat hubungan dan memperkuat koordinasi program pembangunan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jonius juga menitipkan pelaksanaan Program SAITAPAIAS agar terus digelorakan oleh seluruh kader PKK. Program tersebut difokuskan pada upaya menjaga kebersihan dan penataan lingkungan desa sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Selain itu, ia mendorong dukungan terhadap Program MBG serta pemenuhan kebutuhan SPPG dengan mengoptimalkan potensi lokal. Bupati menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi desa agar kebutuhan program pemerintah dapat dipasok dari wilayah sendiri.
“Kita harus memberdayakan potensi lokal. Kebutuhan program harus disediakan dari desa dan kecamatan kita sendiri, bukan dari luar daerah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Neny Angelina JTP Hutabarat, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif para kader dari seluruh kecamatan dan desa. Ia menilai peran perempuan, khususnya kader PKK, sangat strategis dalam menentukan arah kemajuan daerah.
“Kaum ibu adalah kekuatan besar yang memengaruhi maju mundurnya Kabupaten Tapanuli Utara. Karena itu, kita harus satu persepsi dan satu semangat dalam menjalankan sepuluh program pokok PKK,” ujarnya.
Neny juga menekankan pentingnya implementasi hasil Rakernas X PKK, penguatan kapasitas kader melalui edukasi kepribadian dan kemampuan public speaking, serta ketertiban administrasi organisasi.
Menurutnya, administrasi yang tertib menjadi fondasi utama keberhasilan program. Ia menyinggung capaian PKK Taput yang masuk enam kabupaten terbaik di Sumatera Utara pada 2025 sebagai hasil kerja kolektif seluruh kader.
“Prestasi itu adalah buah dari kerja sama kita semua. Ke depan, kita harus semakin solid dan profesional,” katanya.
( M. Siboro. C. ILJ )












