Aceh Tamiang —Satupena.co.id: Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi, MH, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Kabupaten dan Kecamatan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, yang digelar di Aula Al-Ikhwan Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Sabtu (7/2).
Kegiatan manasik ini menjadi tahapan penting bagi Calon Jemaah Haji (CJH) dalam mempersiapkan diri, baik secara teknis, fisik, maupun spiritual, sebelum menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026. Para jemaah dibekali pemahaman menyeluruh mengenai rukun haji, larangan, serta tata cara pelaksanaan ibadah agar berjalan tertib dan sah.
Dalam sambutannya, Armia Pahmi menegaskan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan langsung dari Allah SWT.
“Allah tidak memanggil orang yang mampu, tetapi Allah memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya untuk datang ke Baitullah. Bapak dan Ibu adalah orang-orang terpilih,” ujar Armia.
Ia juga menyinggung kondisi Aceh Tamiang yang baru saja dilanda bencana banjir bandang. Menurutnya, kehadiran para calon jemaah di tengah situasi tersebut menjadi bukti kuat bahwa panggilan ibadah tidak terhalang oleh ujian apa pun.
“Di tengah lelahnya raga memulihkan keadaan pasca bencana, Allah tetap menggerakkan langkah Bapak dan Ibu untuk hadir. Ini menunjukkan bahwa panggilan ke Baitullah tidak bisa dihalangi, termasuk oleh musibah,” katanya.
Armia menekankan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan mental, fisik, dan spiritual yang matang. Ia mengajak para calon jemaah menjadikan musibah banjir sebagai pelajaran awal untuk melatih kesabaran dan keikhlasan.
“Anggaplah bencana banjir kemarin sebagai latihan dari Allah. Ibadah haji menuntut kesabaran, keikhlasan, dan kebersamaan, sebagaimana kita diuji saat menghadapi musibah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Armia meminta para calon jemaah haji menjadi duta doa bagi Aceh Tamiang selama berada di Tanah Suci, dengan memohon keselamatan, pemulihan, dan keberkahan bagi daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Muda Sedia tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan pembenahan pasca banjir.
“Semoga Allah mengganti setiap kehilangan dengan kebaikan yang berlipat, menguatkan yang lemah, serta memudahkan seluruh rangkaian ibadah hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” pungkas Armia.
Sebanyak 151 calon jemaah haji asal Aceh Tamiang dijadwalkan berangkat pada Mei 2026 dan tergabung dalam gelombang kedua, bersama jemaah dari Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.
(D. Yogi S)














