Jakarta, Satupena.co.id. – Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto, ke Istana Kepresidenan Jakarta untuk memberikan arahan terkait pengawasan birokrasi.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya memangkas kerumitan birokrasi agar pelayanan publik berjalan lebih cepat, tepat, dan tidak berbelit-belit.
“Ya, saya diberikan petunjuk pengarahan oleh Pak Presiden bagaimana untuk tetap mengawasi dan mengontrol jalannya proses birokrasi. Jangan terlalu berbelit-belit, iya toh,” kata Aris usai bertemu Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Menurut Aris, Presiden ingin birokrasi lebih sederhana, efisien, dan akuntabel, terutama dalam hal yang menyangkut kepentingan masyarakat. Hal itu mencakup penyaluran dana desa, distribusi pupuk, program Koperasi Merah Putih, hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Intinya, proses birokrasi jangan terlalu berbelit-belit. Sesimpel-simpelnya, sepraktis-praktisnya, tapi tetap bisa dipertanggungjawabkan dan terukur,” tegas Aris.
Ia menambahkan, perbaikan birokrasi akan terus dilakukan secara bertahap. Aris juga menyinggung capaian positif pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,12 persen sebagai bukti perkembangan yang patut disyukuri.
“Alhamdulillah, perkembangannya bagus sekali. Kita akan terus berbenah, meskipun memang tidak bisa dilakukan sekaligus dalam waktu singkat,” ujarnya.
Selain penyederhanaan birokrasi, Aris juga menegaskan arahan Presiden agar pemberantasan korupsi semakin diperkuat. “Kemudian juga pemberantasan korupsi, termasuk praktik ilegal lainnya, diperintahkan untuk lebih fokus dan dipertajam lagi,” pungkasnya.








