Kota Langsa, Satupena.co.id – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melalui Tim Siaga Bencana turun langsung memberikan bantuan restorasi arsip vital pascabencana banjir dan tanah longsor di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Langsa, Selasa (27/01/2026).
Langkah cepat tersebut merupakan respons ANRI terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, yang turut mengancam keberlangsungan arsip penting milik instansi pemerintah daerah. Arsip-arsip tersebut tidak hanya bernilai administratif, tetapi juga memiliki fungsi strategis sebagai bukti akuntabilitas dan memori kelembagaan pemerintahan.
Kedatangan Tim Siaga Bencana ANRI yang dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Pelestarian dan Pelindungan Arsip, Achmad Dedi Fauzi, disambut oleh Kepala Diskominfo Kota Langsa Ade Putra Wijaya Siregar, ST, MM, yang diwakili Sekretaris Diskominfo Irfan Arief, SE.
Dalam kegiatan tersebut, ANRI memberikan bimbingan teknis sekaligus praktik langsung restorasi arsip yang terdampak bencana kepada pegawai Diskominfo Kota Langsa. Bimbingan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan aparatur agar mampu melakukan penanganan dan pemulihan arsip secara mandiri dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kerja sama ANRI dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya penyelamatan arsip pascabencana, sekaligus memperkuat kapasitas instansi daerah dalam menghadapi risiko kerusakan arsip akibat bencana alam.
Meski banjir telah terjadi hampir dua bulan lalu, tim ANRI masih menemukan sejumlah arsip vital dalam kondisi lembab bahkan basah. Selama ini, arsip-arsip tersebut disimpan dalam bungkusan plastik dan belum berani dibuka karena dikhawatirkan dapat memperparah tingkat kerusakan.
Dalam praktik restorasi yang diperagakan di hadapan para pegawai,
Tim ANRI menegaskan bahwa arsip yang terendam banjir tidak boleh dijemur di bawah sinar matahari langsung. Arsip harus dikeringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik dan dapat dibantu menggunakan kipas angin. Selain itu, arsip perlu dibuka dan dilepaskan secara perlahan dari plastik pembungkus, sementara arsip yang terkena lumpur dapat dibersihkan menggunakan air bersih.
“Penanganan arsip pascabencana membutuhkan kesabaran dan ketelitian agar arsip dapat diselamatkan serta direstorasi dengan baik,” jelas Tim ANRI dalam kegiatan tersebut.
Bimbingan teknis ini turut diikuti oleh tim dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Langsa sebagai bentuk sinergi lintas perangkat daerah dalam upaya penyelamatan arsip.
Melalui kegiatan ini, ANRI berharap para pegawai dan petugas kearsipan daerah semakin memahami pentingnya penanganan arsip pascabencana dan mampu menerapkan langkah-langkah penyelamatan arsip secara tepat, demi menjaga keberlangsungan informasi serta memori kolektif daerah.









