AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Anggota Koramil 08/Silih Nara Bangun Jembatan Pasca Banjir Bandang di Desa Termiara

38
×

Anggota Koramil 08/Silih Nara Bangun Jembatan Pasca Banjir Bandang di Desa Termiara

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah, Satupena.co.id-  Pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Kecamatan Rusip Antara, Kabupaten Aceh Tengah, anggota Koramil 08/Silih Nara, Kodim 0106/Aceh Tengah, melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan di Desa Termiara, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Sertu Nopri Ifindi, Serda Angkasa, dan Serda Suprianto sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memulihkan akses transportasi warga yang sebelumnya terputus akibat derasnya arus banjir dan longsoran tanah.

Baca juga Artikel ini :  Satreskrim Polres Aceh Tengah Bekuk 3 Pelaku Curanmor, 7 Motor Hasil Curian Disita

Jembatan yang dibangun merupakan sarana vital bagi masyarakat Desa Termiara, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari seperti mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses menuju fasilitas umum.

Baca juga Artikel ini :  Tokoh Pemuda Pantai Barat Selatan Nilai Dr. Iswadi, M.Pd. Putra Aceh Layak Masuk Kabinet Prabowo Subianto

Danramil 08/Silih Nara melalui Sertu Nopri Ifindi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI dalam membantu pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya pada masa tanggap darurat pascabencana.

“Pembuatan jembatan ini telah selesai 100 persen dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas serta memperlancar roda perekonomian desa,” ujar Sertu Nopri Ifindi,di lokasi kegiatan.

Baca juga Artikel ini :  Ketum DPP KNPI dan Ketua Legislatif DPP KNPI Dorong Pemuda Mencintai Budaya Lokal Daripada Budaya Asing

Dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, diharapkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Desa Termiara dapat berangsur pulih, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Aceh Tengah.