AcehBENER MERIAHBerita

Aktivitas Gunung Bur Ni Telong Masih Level II Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah

24
×

Aktivitas Gunung Bur Ni Telong Masih Level II Waspada, Warga Diminta Jauhi Kawah

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah- Satupena.co.id: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan aktivitas Gunung Bur Ni Telong, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, masih berada pada Level II (Waspada). Status ini ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas gunung api periode 16–31 Januari 2026.

Dalam surat resmi bernomor 187/Lap/GL.03/BGL/2026 tertanggal 4 Februari 2026, Badan Geologi menyampaikan bahwa secara visual aktivitas hembusan asap kawah masih teramati. Asap terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai tebal, bergantung pada kondisi cuaca di sekitar gunung. Suhu udara di kawasan pengamatan berkisar antara 14 hingga 25 derajat Celsius.

Secara instrumental, hasil pemantauan seismik menunjukkan kegempaan Gunung Bur Ni Telong masih didominasi oleh Gempa Vulkanik Dangkal (VB) dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Selama periode tersebut, tercatat 135 kali gempa vulkanik dalam, 20 kali gempa tektonik lokal, serta 36 kali gempa tektonik jauh. Seluruh peralatan seismograf dilaporkan berfungsi dengan baik.

Baca juga Artikel ini :  Jumat Curhat Kapolres Pidie Jaya: Tegaskan Tertib Lalin dan Penertiban Ternak Jelang MTQ

Badan Geologi menilai meskipun aktivitas gempa vulkanik dalam masih berada di atas kondisi normal, belum terdapat peningkatan kegempaan yang signifikan menuju erupsi. Namun demikian, potensi bahaya tetap ada, terutama berupa hembusan gas beracun dari area fumarola dan solfatara yang dapat membahayakan jika terhirup dalam konsentrasi tinggi.

Baca juga Artikel ini :  Dukung Transparansi, Zulkifli Aneuk Syuhada Minta Program Rumah Layak Huni Tepat Sasaran

Sehubungan dengan status Level II (Waspada), Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak mendekati area kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius 3 kilometer, serta menghindari kawasan fumarola dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan.

Baca juga Artikel ini :  Muspika Ranto Peureulak Salurkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Desa Seumanah Jaya

Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bur Ni Telong yang berada di Pondok Baru–Takengon, Desa Serule Kayu, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, serta dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung.

Badan Geologi menegaskan bahwa evaluasi aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan terus dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan. Status dan rekomendasi akan diperbarui sesuai dengan perkembangan terbaru.