Lampung Utara — Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan kelancaran distribusi pangan, Polres Lampung Utara bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar monitoring besar-besaran pada Rabu, 9 September 2026.
Langkah proaktif ini dilakukan guna mengawal penyaluran beras di sejumlah titik strategis Kabupaten Lampung Utara agar tetap tepat sasaran dan terjangkau oleh masyarakat.
Tim gabungan menyisir berbagai lokasi vital, mulai dari pusat perbelanjaan hingga hilir produksi.
Lokasi yang menjadi target pemantauan antara lain Pasar Sentral Kotabumi, toko distributor FJ Store Kotabumi, Gudang Alfamart Kalibalangan di Kecamatan Abung Selatan, hingga tempat penggilingan padi di Desa Bumi Jaya.
Monitoring ketat ini dihadiri langsung oleh Direktur Kewaspadaan Pangan Bapanas, Nita Yulianis, S.P., M.Si., bersama perwakilan Dinas Ketahanan Pangan tingkat Provinsi dan Kabupaten, Pimpinan Cabang Bulog Lampung Utara, serta personel Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Lampung Utara.
Fokus utama mereka adalah memantau ketersediaan beras, khususnya program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).Beras SPHP Jadi Primadona,
Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Sentral Kotabumi, beras SPHP Bulog terpantau menjadi produk yang paling diburu oleh warga karena kualitasnya yang baik dengan harga ramah kantong. Kabar baiknya, tim memastikan harga beras premium maupun medium yang beredar di Lampung Utara seluruhnya masih berada di dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Pergerakan stok di sektor ritel modern juga menunjukkan tren positif. Di Depo Alfamart Kalibalangan, pasokan beras premium merek Raja Platinum dan Raja Ultima telah masuk masing-masing sebanyak 500 sak sejak Agustus lalu.
Guna memperluas akses masyarakat, pihak Alfamart juga berencana melakukan pemesanan beras SPHP Bulog dalam waktu dekat melalui RNI.
Beralih ke sektor produksi, tim memantau aktivitas di PP Bumi Jaya, tempat penggilingan padi Desa Bumi Jaya yang menjadi mitra maklon Bulog. Saat ini, penggilingan tersebut aktif memproduksi empat merek beras medium lokal yang cukup dikenal masyarakat: Kapal Layar, Bunga Tulip, Sekar Pantun, dan Kepala Rusa. Beras-beras ini didistribusikan ke pedagang sekitar dengan harga Rp15.000 per kilogram.
Menariknya, demi menyiasati kondisi sawah lokal yang belum memasuki musim panen, PP Bumi Jaya mengambil langkah strategis dengan mendatangkan bahan baku Gabah Kering Panen (GKP) dari wilayah Rajawitu dan Belitang, Sumatera Selatan.
Pasokan gabah tersebut ditebus dengan harga berkisar Rp7.800 per kilogram demi menjaga mesin produksi tetap mengepul dan pasar tidak kekurangan stok.Polri Siap Kawal Rantai Pasok Pangan
Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kegiatan monitoring ini merupakan bentuk sinergi nyata untuk menutup celah spekulasi harga yang merugikan konsumen.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras, kelancaran distribusi, serta memastikan harga yang diterima masyarakat tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan berkala di lapangan,” ujar IPTU Herawati.
Polres Lampung Utara berkomitmen penuh untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan Bapanas, Bulog, Dinas Ketahanan Pangan, serta para pelaku usaha. Langkah antisipatif ini disiapkan matang-matang agar kendala distribusi maupun lonjakan harga yang mendadak dapat dicegah sedini mungkin demi kesejahteraan masyarakat Lampung Utara.
Reporter Andre













