Sidoarjo- Satupena.co.id: Upaya memenuhi hak-hak warga binaan sekaligus mempersiapkan mereka agar mampu kembali menjalani kehidupan secara produktif di tengah masyarakat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas lembaga.
DPW Squad Nusantara Jawa Timur melalui DPC Squad Nusantara Sidoarjo berkolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Hukum serta Sosialisasi Rencana Pelatihan Kewirausahaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Integrasi Bantuan Hukum dan Pemenuhan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo: Kolaborasi Menuju Pemasyarakatan yang Berkeadilan.”
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman warga binaan mengenai hak dan akses terhadap bantuan hukum, tetapi juga menjadi langkah awal untuk membangun pola pembinaan yang lebih komprehensif melalui peningkatan keterampilan, kemandirian, dan kesiapan ekonomi.
Melalui program tersebut, warga binaan diharapkan memiliki ruang untuk memperoleh informasi serta berkonsultasi mengenai persoalan hukum yang mereka hadapi. Di sisi lain, mereka juga dipersiapkan memperoleh keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat.
Ketua DPC Squad Nusantara Sidoarjo, Wedha D. Purbianto, S.St., mengatakan keterlibatan organisasinya merupakan bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak warga binaan sekaligus upaya mendorong sistem pembinaan yang berorientasi pada pemulihan dan pemberdayaan.
“Kami hadir membawa satu kesatuan pilar pembinaan. Melalui Squad Law Firm dan jajaran advokat, kami siap mengawal hak-hak hukum para warga binaan. Sementara melalui program pelatihan kerja dan publikasi media, kami berkomitmen mempersiapkan mereka agar memiliki keahlian dan jiwa kewirausahaan yang mandiri serta siap diterima kembali oleh masyarakat,” ujar Wedha.
Menurutnya, proses pembinaan tidak cukup hanya berlangsung selama warga binaan berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Diperlukan kesinambungan program agar setelah menyelesaikan masa pidana, mereka memiliki kemampuan, kepercayaan diri, serta kesempatan untuk menjalani kehidupan secara mandiri dan produktif.
“Pembinaan harus menjadi jembatan menuju kehidupan setelah bebas. Karena itu, keterampilan dan pemahaman hukum menjadi dua hal penting yang perlu dipersiapkan sejak berada di dalam lapas,” katanya.
Sinergi tersebut mendapat sambutan positif dari jajaran Lapas Kelas IIA Sidoarjo.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Kasi Binapdik) Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Pradana Suwito Putra, A.Md.P., S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan langkah nyata yang ditawarkan Squad Nusantara.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berkeadilan. Penyuluhan dan konsultasi hukum yang diberikan para advokat sangat penting untuk memastikan pemenuhan hak-hak hukum warga binaan,” ungkap Pradana.
Ia menilai program tersebut akan semakin memberikan manfaat apabila dipadukan dengan pembinaan keterampilan dan kewirausahaan.
“Dipadukan dengan pelatihan kewirausahaan, program ini menjadi bekal substansial bagi pembinaan mental dan produktivitas mereka selama menjalani masa pidana,” tambahnya.
Kolaborasi antara Squad Nusantara dan Lapas Kelas IIA Sidoarjo diharapkan dapat membuka perspektif baru dalam proses pembinaan warga binaan. Pemenuhan hak hukum, penguatan mental, peningkatan keterampilan, serta pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan setelah bebas.
Dengan demikian, warga binaan tidak hanya menjalani konsekuensi hukum atas perbuatannya, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadi jembatan pembinaan yang berkelanjutan. Warga binaan tidak hanya mendapatkan pendampingan selama menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun kehidupan baru secara mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat.
Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha, meningkatkan perekonomian keluarga, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. Pada saat yang sama, kemampuan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi stigma negatif yang kerap melekat kepada mantan warga binaan.
Squad Nusantara memandang bahwa kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kehidupan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Karena itu, kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Sidoarjo diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat dikembangkan menjadi program pembinaan dan pemberdayaan yang berkelanjutan serta memiliki hasil yang terukur.
Ke depan, sinergi tersebut dapat diarahkan pada berbagai program konkret, mulai dari konsultasi dan bantuan hukum, pelatihan keterampilan, kewirausahaan, pendampingan usaha, hingga penguatan jejaring sosial dan ekonomi bagi warga binaan.
Dengan pola pembinaan tersebut, lembaga pemasyarakatan diharapkan tidak hanya menjadi tempat menjalani konsekuensi hukum, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun perubahan, memperbaiki hubungan dengan keluarga, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan penghidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah, memperbaiki diri, dan kembali memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Squad Nusantara DPC Sidoarjo merupakan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang sosial, hukum, pemberdayaan ekonomi, serta kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Melalui berbagai program dan kolaborasi, organisasi tersebut berkomitmen turut mendorong terwujudnya keadilan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.
(Red-Ad1)

















