AcehACEH TAMIANGBerita

Bupati Armia: Pemulihan Pascabencana Harus Beralih Menuju Penguatan Ekonomi Berkelanjutan 

×

Bupati Armia: Pemulihan Pascabencana Harus Beralih Menuju Penguatan Ekonomi Berkelanjutan 

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang–satupena.co.id: Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, menekankan pentingnya mengalihkan fokus penanganan pascabencana dari sekadar pemberian bantuan darurat menuju penguatan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan. Mantan jenderal polisi bintang dua ini menilai kemandirian ekonomi keluarga penyintas merupakan pilar utama dan fondasi paling kokoh dalam membangun kembali daerah yang lebih tangguh dan sejahtera setelah diterpa bencana.

 

Komitmen strategis tersebut disampaikan secara langsung oleh Bupati Armia saat meresmikan peluncuran Program Keluarga Berdaya dan Koperasi Mandiri Berkah Indonesia (MBI), yang merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang bersama Laznas Yakesma. Acara berlangsung di Kantor Bupati Aceh Tamiang, pada Kamis (20/8/2026).

 

Bantuan Darurat Tidak Cukup, Diperlukan “Mesin Keberlanjutan”

 

Dalam sambutannya di hadapan para pengurus Laznas Yakesma, perwakilan lembaga mitra, serta warga penerima manfaat, Bupati Armia menyampaikan bahwa pemulihan pascabencana adalah sebuah proses panjang yang menuntut kesabaran, ketekunan, dan ketahanan kolektif.

 

“Pemulihan pascabencana adalah proses panjang yang membutuhkan ketahanan. Bantuan darurat memang sangat penting di awal untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi masyarakat kita juga memerlukan ‘mesin keberlanjutan’ agar mampu kembali berdiri mandiri dan sejahtera,” ujar Bupati Armia dengan tegas.

Baca juga Artikel ini :  Kakankemenag Aceh Singkil jadi Pembina Upacara Hardiknas Tahun 2026 di MAN Aceh Singkil.

 

Menurutnya, bantuan berupa makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok sangat dibutuhkan pada masa krisis, namun sifatnya hanya sementara. Jika tidak disertai dengan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, masyarakat akan terus bergantung pada bantuan luar dan sulit bangkit secara mandiri. Oleh karena itu, Program Keluarga Berdaya dan Koperasi MBI hadir sebagai jembatan yang mengubah pola pikir dari “menerima bantuan” menjadi “membangun kemandirian”.

 

Pendampingan Diperlukan Hingga Tiga Tahun ke Depan

 

Agar program ini mampu membawa dampak yang luas, mendalam, dan terukur bagi masyarakat, Bupati Armia berharap Yakesma beserta seluruh mitra terkait dapat melanjutkan pendampingan serta kolaborasi di Aceh Tamiang setidaknya hingga tiga tahun ke depan. Jangka waktu ini dinilai cukup untuk memastikan keberlanjutan program dan agar masyarakat benar-benar mampu berdiri sendiri.

 

“Fokus utama kita mencakup penguatan modal usaha mikro, pemulihan psikologis warga, serta pembentukan ketahanan ekonomi daerah,” sebutnya menguatkan.

 

Bupati menjelaskan bahwa ketiga pilar tersebut saling berkaitan. Penguatan modal usaha memberikan alat untuk bekerja, pemulihan psikologis membangun semangat dan kepercayaan diri, sedangkan ketahanan ekonomi daerah menjamin stabilitas agar pembangunan tidak terhenti saat terjadi guncangan di masa mendatang.

Baca juga Artikel ini :  Diduga Ancam Jurnalis Lewat WhatsApp, Oknum Kepsek di Silaen Disorot

 

Manfaatkan Bantuan Sebagai Modal Usaha Produktif

 

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Armia juga secara khusus mengajak para penerima manfaat untuk memanfaatkan bantuan ekonomi yang diterima secara optimal dan bertanggung jawab sebagai modal usaha yang produktif. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sumber penghasilan keluarga yang stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang, sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan pihak luar.

 

“Saya berpesan kepada bapak dan ibu sekalian, gunakanlah bantuan ini sebaik-baiknya untuk membuka usaha, menambah modal, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Jadikan ini sebagai awal untuk mandiri, bukan sebagai tujuan akhir. Mari kita bangkit bersama dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah,” ajak Bupati Armia.

 

Kehadiran Berbagai Pihak Menunjukkan Semangat Gotong Royong

 

Kegiatan peluncuran ini turut dihadiri oleh Chief Executive Officer (CEO) Yakesma Pusat, Ramdlon Hidayat, Ketua Pengurus Yayasan Madani, perwakilan Koperasi MBI, para pegiat kemanusiaan, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ketua Majelis Pemuda Aceh (MPD), Ketua Majelis Adat Aceh (MAA), Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Tamiang, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan dan Perindustrian (Koperindag), serta para penerima manfaat dan undangan lainnya. Kehadiran beragam elemen masyarakat ini menjadi bukti bahwa pemulihan Aceh Tamiang adalah tanggung jawab bersama yang dijalin melalui semangat gotong royong.

Baca juga Artikel ini :  Serda Harmiadi Melaksanakan Pendampingan Swasembada Pangan

 

CEO Yakesma Pusat, Ramdlon Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang atas dukungan dan sinergi yang terjalin dengan baik. Ia menegaskan bahwa Yakesma berkomitmen mendampingi masyarakat hingga mampu mandiri secara ekonomi.

 

“Kami percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkembang. Melalui program ini, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membina karakter, keterampilan, dan jaringan agar usaha yang dibangun dapat terus tumbuh dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” ungkap Ramdlon.

 

Dengan terlaksananya peluncuran Program Keluarga Berdaya dan Koperasi MBI ini, diharapkan akan lahir keluarga-keluarga mandiri, tangguh, dan sejahtera di Aceh Tamiang yang tidak hanya mampu bangkit dari masa sulit, tetapi juga siap menjadi pelaku pembangunan yang berkelanjutan di Bumi Muda Sedia.(Yogi).

Hayo mau copy paste ya