AcehTamiang–satupena.co.id: Pemerintah Aceh menyalurkan sebanyak 50.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an bantuan dari Kerajaan Arab Saudi yang diperuntukkan bagi 17 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE., di Aula Sekretariat Daerah (Setdakab) Aceh Tamiang, pada Kamis (20/8/2026).
Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Dinas Syariat Islam bertindak sebagai fasilitator sekaligus tempat penyerahan bantuan tersebut sebelum mushaf-mushaf Al-Qur’an didistribusikan kepada Dinas Syariat Islam di masing-masing kabupaten/kota penerima manfaat.
Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Aceh yang telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam pemulihan sarana dan prasarana keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Armia menjelaskan bahwa Aceh Tamiang sebelumnya telah menerima total 100.000 eksemplar mushaf Al-Qur’an dari bantuan Kerajaan Arab Saudi tersebut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50.000 eksemplar telah didistribusikan langsung ke masjid, dayah, dan lembaga pendidikan keagamaan di wilayah Aceh Tamiang, sedangkan 50.000 eksemplar lainnya disimpan sementara di Gedung Olahraga (GOR) Aceh Tamiang untuk selanjutnya disalurkan ke kabupaten/kota lain yang juga terdampak bencana.
“Al-Qur’an menjadi penyokong utama tegaknya syariat Islam. Mudah-mudahan pendistribusian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat Islam di Aceh,” ujar Armia dengan penuh harap.
Lebih lanjut, Bupati Armia menegaskan bahwa kehadiran mushaf Al-Qur’an ini di tengah masyarakat pasca-bencana bukan sekadar pengganti yang rusak atau hilang, melainkan menjadi penenang hati serta pengingat agar masyarakat tetap teguh dan bersyukur dalam menjalani kehidupan kembali. Keberadaan Al-Qur’an di setiap rumah ibadah juga diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat ukhwah Islamiyah di tengah proses pemulihan daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan penyaluran bantuan ini sebenarnya sudah lama direncanakan dan baru bisa terselenggara pada hari ini setelah berbagai persiapan matang.
“Mushaf Qur’an ini harus segera kita distribusikan agar dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucap Fadhlullah dalam sambutannya.
Fadhlullah juga menekankan bahwa Pemerintah Aceh saat ini sangat fokus pada penanganan bencana di seluruh Kabupaten/Kota yang terdampak. Terkait hal itu, beliau meminta kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., agar menyiapkan segala bentuk rencana penanganan, kendala yang dihadapi, serta segala permasalahan pasca banjir yang terjadi di Aceh Tamiang untuk dapat dilaporkan secara lengkap saat rapat bersama Satuan Tugas Pemulihan dan Rehabilitasi Rekonstruksi (Satgas PRR) dalam waktu dekat.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap kendala dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya bersama, sehingga proses pemulihan di Aceh Tamiang dan daerah lainnya dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” tambah Fadhlullah.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Misran Fuadi, menjelaskan secara rinci bahwa mushaf Al-Qur’an bantuan ini akan disalurkan secara khusus ke masjid dan dayah yang terdampak bencana. Jumlah bantuan yang diterima oleh masing-masing daerah nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan serta luas wilayah yang terdampak bencana di kabupaten/kota yang bersangkutan.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini tepat sasaran, terutama kepada masjid-masjid dan dayah yang mushaf Al-Qur’an-nya rusak, hanyut, atau hilang akibat banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya. Prioritas kami adalah tempat ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan yang paling terdampak, sehingga kegiatan belajar mengajar serta kegiatan keagamaan dapat kembali berjalan normal seperti sedia kala,” ungkap Misran Fuadi.
Dengan penyaluran bantuan ini, diharapkan semangat keagamaan masyarakat Aceh tidak luntur meskipun sedang dalam masa pemulihan pasca-bencana. Kehadiran mushaf Al-Qur’an yang baru diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bangkit, bersatu, dan kembali membangun kehidupan yang lebih baik dengan berlandaskan nilai-nilai luhur ajaran Islam. Semoga niat baik ini senantiasa mendapat berkah dan kemudahan dari Allah SWT.(Yogi).

















