AcehBeritaJAKARTA

Ketua PETA Aceh Tengah Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana Negara, Tegaskan NKRI Harga Mati

×

Ketua PETA Aceh Tengah Hadiri Upacara HUT RI ke-81 di Istana Negara, Tegaskan NKRI Harga Mati

Sebarkan artikel ini

Jakarta- Satupena.co.id:  Ketua PETA Aceh Tengah, Helmia, turut mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan yang tidak terlepas dari peran masyarakat dan daerah-daerah di Indonesia, termasuk Tanah Gayo, Aceh.

Usai mengikuti upacara kenegaraan tersebut, Helmia menyampaikan harapannya agar seluruh pengurus dan anggota PETA di Aceh Tengah dan Bener Meriah tetap solid serta tidak mudah goyah menghadapi berbagai dinamika yang berkembang saat ini.

Menurutnya, perbedaan pandangan maupun dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya tidak menjadi alasan untuk merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kami berharap seluruh pengurus PETA Aceh Tengah dan Bener Meriah tetap kompak dan tidak goyah menghadapi dinamika yang ada. PETA, NKRI harga mati, dan Merah Putih adalah simbol persatuan yang harus kita jaga bersama,” ujar Helmia.

Baca juga Artikel ini :  Pastikan Distribusi Tepat Waktu, Satlantas Kawal 5.961 Paket MBG ke Sekolah di Dua Kecamatan di Aceh Tengah

Helmia juga mengingatkan bahwa sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak boleh dilupakan. Tanah Gayo memiliki catatan penting dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia, salah satunya melalui keberadaan Radio Rimba Raya di wilayah Aceh Tengah yang menjadi salah satu simbol perjuangan mempertahankan eksistensi Republik Indonesia setelah Agresi Militer Belanda.

Radio Rimba Raya memiliki arti penting karena melalui siaran radio tersebut disampaikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada dan tetap berjuang mempertahankan kemerdekaannya.

Tugu Rimba Raya kemudian menjadi salah satu monumen yang mengingatkan generasi penerus terhadap perjuangan tersebut. Monumen itu bukan sekadar bangunan sejarah, tetapi menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia lahir dan dipertahankan melalui pengorbanan, keberanian, persatuan, serta perjuangan rakyat dari berbagai daerah.

Baca juga Artikel ini :  Tim Wasev Mabes TNI, Dandim 0102/Pidie Serahkan Sarana Kontak Kepada Masyarakat

“Sejarah mencatat, dari tanah Gayo ada suara perjuangan yang menyampaikan kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih ada, masih merdeka dan tidak menyerah. Ini harus menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita sebagai generasi penerus,” katanya.

Menurut Helmia, peringatan HUT ke-81 RI hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial maupun perlombaan. Intisari kemerdekaan adalah bagaimana seluruh elemen bangsa mampu menjaga persatuan, menghormati perbedaan, mengisi kemerdekaan dengan pembangunan, serta menjaga keutuhan Indonesia.

Ia mengajak masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk mengambil pelajaran dari sejarah perjuangan para pendahulu. Semangat para pejuang, katanya, harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap gotong royong, menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun daerah secara bersama-sama.

“Jangan sampai pengorbanan para pejuang yang telah mempertahankan Republik ini menjadi sia-sia hanya karena kita mudah terprovokasi. Kita harus menjaga persatuan, jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas, dan jangan memberi ruang kepada oknum yang ingin mencederai semangat kemerdekaan,” tegasnya.

Baca juga Artikel ini :  Wali Kota Langsa Kukuhkan 26 Paskibraka, Pesankan Dedikasi dan Cinta Tanah Air

Helmia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan bangsa. Menurutnya, kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab dan tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Berbeda pendapat boleh, tetapi persatuan harus tetap kita jaga. Jangan karena kepentingan tertentu kita melupakan sejarah dan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ketua PETA Aceh Tengah tersebut mengucapkan Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah.

“Selamat HUT ke-81 Republik Indonesia. Mari kita jadikan momentum kemerdekaan ini untuk memperkuat persatuan, menjaga kekompakan, mempererat persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa. NKRI harga mati, Merah Putih tetap di hati,” pungkas Helmia.

Hayo mau copy paste ya