Pidie Jaya- Satupena.co.id: Tanggal 17 Agustus 2026, tepatnya hari Senin, adalah hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81, dimana negara Indonesia telah berusia 81 tahun. Kemakmuran dan pembangunan mulai dirasa, paska perang Belanda dan Jepang telah berakhir. Indonesia menentukan nasib sendiri setelah plokamir Kemerdekaan dicetus tanggal 17 Agustus tahun 1945 oleh Proklamator Bung Karno-Hatta.
Masyarakat mulai sejahtera dari berbagai sektor, mulai pertanian, pendidikan, perdagangan dan sebagainya. Termasuk Provinsi Aceh pada umumnya, dan Kabupaten Pidie Jaya khususnya.
Namun sayangnya, masih ada Gampong (Desa) di Pidie Jaya, Aceh, yang masih berjuang sampai satu kilo meter untuk mendapatkan air untuk MCK, mencuci pakaian, mencuci piring, mandi serta minum. Meskipun tidak layak, dan bukan air bersih, tapi itulah yang dimanfaatkan masyarakat desa setelah pipa Pamsimas (Pamdes) hanyut diterjang banjir besar tanggal 26 November 2025 silam.
Pemerintah Pidie Jaya telah menjanjikan untuk membangun sumur bor kepada warga terdampak banjir, Sarah Mane, Kecamatan Meurah Dua, hanya tinggal janji. Delapan bulan telah berlalu, tidak pernah ada realisasi atau tanda-tanda akan dikerjakan. Sehingga masyarakat harus mandi, menyuci dan mengambil air ke sungai untuk keperluan rumah tangga. Masyarakat gembira mendengar Khabar baik baik tersebut.
“Kita akan merdeka dari krisis air, kita akan ada sumur bor dari pemerintah,” ujar warga.
Tapi Khabar gembira itu, tak ubahnya Khabar burung, setelah delapan bulan penantian, sumur bor tidak pernah kunjung. Masyarakat mulai putus asa.
Mahdi, salah seorang warga Sarah Mane, mengatakan, sejak Banjir Sumatra yang terjadi pada 26 November tahun 2025 silam, sampai kini masih memakai sungai sebagai tempat mandi dan mengambil air kebutuhan rumah tangga.

















