Aceh Tamiang–satupena.co.id: Ribuan masyarakat memadati sepanjang Jalan Ahmad Yani, Desa Kota Kualasimpang, Kecamatan Kota Kualasimpang, dalam suasana penuh semangat dan kegembiraan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Acara puncak berupa Senam Ceria Semarak Kemerdekaan ini dihadiri langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, SE.I.
Kegiatan yang menggugah semangat ini merupakan gagasan kolaboratif antara Camat Kota Kualasimpang, Dr. Cakra Arbas, dan Datok Penghulu Kota Kualasimpang, T. Ziaulhag, S.E., M.M. Kehadiran ribuan warga dari berbagai lapisan usia dan latar belakang menjadikan jalan protokol tersebut berubah menjadi lautan manusia yang penuh keceriaan dan kebersamaan.
Dikonfirmasi awak media, Datok Penghulu Kota Kualasimpang, T. Ziaulhag, S.E., M.M., menyampaikan bahwa terselenggaranya acara ini merupakan hasil kerja sama yang solid antar-unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat.
“Kegiatan ini terlaksana atas kerja keras Camat Kota Kualasimpang, Mukim Kota Kualasimpang beserta para Datok yang ada di kecamatan Kota Kualasimpang, serta mendapat persetujuan langsung dari Bapak Bupati Aceh Tamiang,” ungkap Ziaulhag, Minggu (16/8/2026).
Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan, kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Aceh Tamiang — khususnya warga Kota Kualasimpang. Ziaulhag menegaskan bahwa acara ini dirancang untuk memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus membangkitkan kembali semangat masyarakat pasca-musibah banjir bandang yang melanda wilayah ini pada 11 November 2025 lalu, yang sempat membuat kabupaten ini porak-poranda.
“Berkat kerja keras Bupati Aceh Tamiang bersama seluruh unsur Forkopimda, serta dukungan pemerintah pusat, kini Aceh Tamiang telah bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana tersebut,” ujarnya penuh haru.
Kegembiraan yang meluap-luap saat senam bersama menjadi simbol nyata bahwa masyarakat Aceh Tamiang tidak menyerah pada keadaan. Semangat kemerdekaan dijadikan energi untuk kembali tegak dan melangkah maju, sejalan dengan semangat para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Dalam pernyataannya, Ziaulhag juga memaknai musibah yang menimpa sebagai ujian yang mendewasakan dan mempererat persaudaraan antarwarga. “Semoga musibah yang kita alami merupakan ujian dari Allah SWT, sehingga atas kerja keras pemerintah daerah yang didukung penuh pemerintah pusat, Kabupaten Aceh Tamiang mampu bangkit dan memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini dengan tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’,” tuturnya.
Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, dan jajaran Forkopimda di tengah ribuan warga semakin mempererat ikatan emosional antara pemerintah daerah dan masyarakat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran pemimpin di tengah rakyatnya mampu menjadi pendorong semangat yang luar biasa dalam proses pemulihan dan pembangunan daerah.
Perayaan kemerdekaan tahun ini di Kota Kualasimpang bukan sekadar seremoni — melainkan pernyataan tegas: Aceh Tamiang telah bangkit, bersatu, dan siap melangkah menuju masa depan yang lebih baik.(Yogi)

















