Lubuklinggau –Satupena.co.id: Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Batalyon B Pelopor meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring masuknya musim kemarau 2026. Kesiapan tersebut ditunjukkan melalui kegiatan Siaga SAR yang digelar di Markas Komando Batalyon B Pelopor, Sabtu (30/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap personel, kendaraan operasional, perlengkapan SAR, hingga peralatan penanggulangan bencana. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh kekuatan siap digerakkan secara cepat dan tepat saat kondisi darurat terjadi.
Kesiapsiagaan ini merupakan respons atas peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut wilayah Sumatera Selatan mulai memasuki musim kemarau sejak Mei 2026, dengan intensitas yang diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi normal.
BMKG juga memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla, sehingga upaya mitigasi dan kesiapan lapangan menjadi hal yang krusial.
Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan, potensi kekeringan meteorologis juga menjadi perhatian serius, seiring menurunnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara di sejumlah wilayah.
Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, menegaskan bahwa kegiatan Siaga SAR merupakan bagian dari komitmen Brimob dalam menghadapi berbagai potensi bencana secara cepat dan profesional.
“Ini adalah bentuk kesiapan kami dalam menghadapi musim kemarau, khususnya mengantisipasi karhutla dan bencana lainnya. Kami memastikan seluruh personel dan peralatan dalam kondisi optimal agar dapat memberikan respons cepat saat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran Brimob tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan, terutama dalam situasi darurat dan bencana alam.
“Kami ingin kehadiran Brimob benar-benar dirasakan masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong saat terjadi bencana,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme, serta siap menjadi kekuatan utama dalam penanggulangan bencana selama musim kemarau 2026. ( Sukma ).
















