AcehBeritaBIREUEN

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perampasan di Bireuen Mandek, Korban Mengadu ke Komisi III DPR RI

×

Kasus Dugaan Penganiayaan dan Perampasan di Bireuen Mandek, Korban Mengadu ke Komisi III DPR RI

Sebarkan artikel ini

Berbulan-bulan Tanpa Kepastian Hukum, Korban Desak Aparat Bertindak Profesional dan Transparan

Bireuen –Satupena.co.id:  Kasus dugaan penganiayaan disertai perampasan handphone yang terjadi pada 5 Oktober 2025 hingga kini belum menunjukkan titik terang. Merasa tidak mendapatkan kepastian hukum, korban melalui penasihat hukumnya akhirnya mengadu dan meminta perhatian serius dari Komisi III DPR RI agar penanganan perkara tersebut segera diproses secara tegas.

Peristiwa yang menimpa korban terjadi di wilayah Kabupaten Bireuen, Aceh. Dalam kejadian tersebut, korban mengaku mengalami tindakan kekerasan sekaligus kehilangan handphone miliknya yang diduga dirampas oleh pelaku. Namun hingga berbulan-bulan setelah kejadian, pelaku disebut belum juga ditahan. Rabu (29/4/2026).

Baca juga Artikel ini :  AKS Divif 2 Kostrad 2025: Menyatukan Visi, Meneguhkan Komitmen Kepemimpinan

Korban menyampaikan kekecewaannya terhadap lambannya proses penegakan hukum. Ia menilai, kasus yang dialaminya seolah berjalan di tempat tanpa perkembangan berarti, meskipun laporan telah disampaikan kepada pihak berwajib sejak awal kejadian.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Aceh Tengah Sambut Kunjungan Karo Rena Polda Aceh dalam rangka Monitoring dan Asistensi Pelayanan Publik dan Zona Integritas

“Fajar Ramadhan sudah cukup lama menunggu keadilan. Sampai hari ini belum ada penahanan terhadap pelaku, padahal bukti dan laporan sudah jelas,” ungkap korban dengan nada kecewa.

Atas kondisi tersebut, korban berharap Komisi III DPR RI dapat turun tangan melakukan pengawasan serta mendorong aparat penegak hukum agar bekerja secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani perkara.

Baca juga Artikel ini :  Ketum SPBI Dr. Iswadi, Dukung Guru Besar UI: Soroti Kebijakan Kemenkes yang Dinilai Langgar Kaidah Ilmiah

Penasihat hukum korban, Ishak, SH, menilai lambannya penanganan perkara berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. Menurutnya, diperlukan langkah cepat dan tegas agar keadilan tidak terkesan ditunda.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Aceh, khususnya masyarakat Bireuen yang berharap aparat segera memberikan kepastian hukum bagi korban.

Korban pun menegaskan akan terus memperjuangkan haknya hingga keadilan benar-benar ditegakkan. (SrNTv)

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya