AcehBeritaBIREUENKriminalTNI Polri

Dua Remaja di Bireuen Tewas, Polisi Ungkap Kasus Bukan Kecelakaan Melainkan Aksi Kekerasan

×

Dua Remaja di Bireuen Tewas, Polisi Ungkap Kasus Bukan Kecelakaan Melainkan Aksi Kekerasan

Sebarkan artikel ini

Konvoi Remaja Berujung Tragis, Tiga Pelaku Ditangkap; Korban Diserempet, Ditendang hingga Dianiaya

Bireuen – Satupena.co.id: Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bireuen berhasil mengungkap kasus kematian dua remaja yang semula diduga akibat kecelakaan tunggal di jalan nasional Banda Aceh–Medan. Peristiwa itu terjadi di Gampong Meunasah Baroh, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen.

Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan. Insiden yang merenggut nyawa dua pelajar tersebut ternyata bukan kecelakaan biasa, melainkan tindak kekerasan yang dipicu aksi konvoi sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran.

Kedua korban masing-masing Masjidil Aqsa (17), pelajar asal Gampong Ule Kareueng, dan Amirul Mukminin (17), seorang santri dari Gampong Cureh Baroh, Kecamatan Simpang Mamplam.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Gelar Komsos Bahas Kegiatan Keagamaan di Desa Pantan Reduk

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani melalui Kasatreskrim AKP Dedi Miswar menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui sepeda motor korban sengaja diserempet dan ditendang oleh pelaku hingga kehilangan kendali dan terjatuh ke dalam parit,” ujar Dedi.

Peristiwa bermula pada Sabtu malam, 18 April 2026, saat sekelompok remaja berkumpul di depan Kantor Bupati Bireuen. Mereka kemudian melakukan konvoi sepeda motor dan diduga hendak melakukan tawuran.

Saat melintas di kawasan Peudada, rombongan tersebut berpapasan dengan korban yang mengendarai sepeda motor Honda Supra X dari arah Kota Bireuen menuju Banda Aceh. Pelaku sempat memanggil korban, namun tidak dihiraukan sehingga mereka melakukan pengejaran.

Baca juga Artikel ini :  Berikan Pelayanan Polisi Sektor Bebesen Bantu Sebrangkan Anak Sekolah Dan Pengguna Jalan

Pelaku utama yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria F kemudian menyerempet dan menendang kendaraan korban hingga terjatuh ke dalam parit. Setelah korban terjatuh, para pelaku sempat berhenti dan melakukan pemukulan sebelum melarikan diri dari lokasi.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga remaja yang terlibat pada Selasa, 21 April 2026, di rumah masing-masing. Ketiganya berinisial ML (18) warga Kecamatan Jangka, YF (18) warga Kecamatan Peusangan, dan ZR (17) warga Kecamatan Jeumpa.

Baca juga Artikel ini :  Polres Malang Proaktif Dalam Forum Jumat Curhat, Serap Aspirasi Masyarakat di Ponpes Babussalam Pagelaran

Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Satria F serta dua bilah pedang yang digunakan saat kejadian.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara antara 15 hingga 20 tahun.

Menanggapi kasus tersebut, pihak kepolisian mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya pada malam hari. Polisi juga akan terus mengintensifkan patroli guna menjaga keamanan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali. ( SrNTv ).

Berita

  Taput//Satupena co.id. Bupati Tapanuli Utara menghadiri penutupan Olimpiade Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2026 di SMP Swasta Santa Maria Tarutung, Sabtu (19/9/2026).   Mengusung tema “Olimpiade Sains Menginspirasi, Tapanuli Utara Berprestasi”, OSKU diikuti peserta dari 53 sekolah penyelenggara kelas unggulan di 15 kecamatan, dengan bidang kompetisi Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan IPS.   Kegiatan ini menjadi wadah untuk mengembangkan potensi akademik, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, sekaligus menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif.   Pada penutupan, diumumkan para pemenang serta dilaksanakan penyerahan hadiah, medali, piagam penghargaan dan uang pembinaan.   Bupati Tapanuli Utara secara resmi menutup pelaksanaan OSKU Tahun 2026 dengan harapan kegiatan ini semakin mendorong semangat belajar dan lahirnya generasi muda Tapanuli Utara…

Berita

  Pemerintah Kabupaten Taput Melalui Tim Reaksi bergerak Cepat Meninjau Lokasi Bencana Angin Puting Beliung di Desa Siabal Abal V Kecamatan Sipahutar.  September 28, 2026 Taput//Satupena co.id. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Tim Reaksi Cepat bergerak cepat meninjau lokasi bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Sitapongan Toruan, Desa Siabal Abal V, Kecamatan Sipahutar, Minggu (27/9/2026).   Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Tapanuli Utara menyerahkan bantuan berupa sembako dan family kit kepada 9 kepala keluarga (KK) yang terdampak bencana.   Peninjauan dan penyerahan bantuan dipimpin oleh Kepala Dinas Sosial dan PPA, bersama Kepala Dinas Perkim dan Lindup, perwakilan BPBD, anggota Tagana, serta Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Turut hadir Anggota DPRD Tapanuli Utara, Ronal Simanjuntak….

Hayo mau copy paste ya