Aceh Tamiang –Satupena.co.id: Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan pascabencana dengan menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah tahap II kepada 5.947 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Selasa (21/04/2026) di halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang.
Bantuan diserahkan langsung oleh selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), didampingi , Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Tamiang .
Penyaluran bantuan ini difokuskan pada empat kecamatan yang mengalami dampak paling signifikan, yakni Bandar Pusaka, Bendahara, Karang Baru, dan Rantau. Dari total penerima, tercatat 2.236 unit rumah mengalami rusak ringan, 1.722 unit rusak sedang, dan 1.889 unit rusak berat. Adapun total bantuan yang telah ditransfer melalui (BNPB) mencapai Rp86.700.900.000.
Bupati Armia Pahmi menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah terus berupaya memastikan seluruh hak korban terpenuhi secara optimal.
“Bantuan stimulan ini adalah bentuk nyata kehadiran negara serta komitmen pemerintah dalam memastikan hak-hak korban bencana tersalurkan dengan tuntas,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk memperbaiki rumah masing-masing. Meski nilainya belum sepenuhnya menutupi seluruh kerusakan, bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga.
“Pemerintah Kabupaten akan terus melakukan pengawasan agar penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan tepat manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa bantuan ini bersifat stimulan guna mendorong percepatan pemulihan kehidupan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi.
“Tujuannya agar kehidupan keluarga kembali normal dan pemulihan ekonomi berlangsung cepat. Kita tidak hanya ingin memulihkan kondisi seperti semula, tetapi juga membangun yang lebih baik,” jelasnya.
Bertepatan dengan peringatan , Pratikno turut mengutip semboyan “Habis Gelap Terbitlah Terang” sebagai harapan agar masyarakat segera bangkit dari masa sulit.
Di sisi lain, Mendagri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat proses penyaluran bantuan. Ia menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan memprioritaskan data yang telah diverifikasi.
“Data yang sudah clear and clean serta diverifikasi oleh BPS dan Dukcapil akan diproses lebih dahulu. Jadi kita tidak menunggu seluruh data selesai,” ungkapnya.
Selain di Aceh Tamiang, penyaluran bantuan juga dilakukan secara daring di untuk tahap I, meliputi bantuan perbaikan rumah dan Dana Tunggu Hunian (DTH), yang dihadiri oleh Kepala BNPB dan jajaran pemerintah daerah setempat.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan proses pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang dapat berjalan lebih cepat, serta masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak. ( D. Yogi. S ).












