Kota Langsa –Satupena.co.id: Dari sebuah kota kecil di Aceh, langkah besar kini mulai terukir. Indah Ekklesia Simanungkalit, siswi SMA Negeri 2 Langsa, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat 2 putri terbaik se-Aceh dalam seleksi 26th World Scout Jamboree Poland 2027 tingkat Provinsi Aceh.
Capaian ini bukan sekadar angka atau posisi dalam daftar pemenang. Lebih dari itu, keberhasilan Indah menjadi cerminan kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah seorang generasi muda daerah yang mampu menembus batas hingga ke panggung dunia.
Kepala SMA Negeri 2 Langsa, Drs. Suhafrinal, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih anak didiknya. Ia menilai keberhasilan ini bukan hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi keluarga, masyarakat, hingga Provinsi Aceh.
“Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak daerah memiliki kemampuan untuk bersaing. Indah tidak hanya membawa nama sekolah, tetapi juga membawa harapan dan kebanggaan bagi Kota Langsa,” ujarnya.
Indah merupakan putri dari pasangan Mangapul Rico Fernando Simanungkalit dan Jenita Christina Siahaan. Ia dikenal sebagai sosok yang tekun, disiplin, dan penuh semangat dalam mengembangkan potensi diri. Di bawah bimbingan pembina Zuhra Ninda, S.Pd dan Wahyu Mahadi, S.Pd, Indah berhasil melewati setiap tahapan seleksi dengan penuh dedikasi.
Seleksi yang diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Aceh tersebut berlangsung di Sare, Aceh Besar, pada 10 hingga 12 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh peserta terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Aceh yang membawa semangat yang sama, yakni mengukir prestasi dan meraih kesempatan tampil di ajang internasional.
Proses seleksi berlangsung ketat. Para peserta diuji dalam berbagai aspek, mulai dari kemampuan Bahasa Inggris, keterampilan kepramukaan (scouting skill), pemahaman budaya, hingga wawasan kebangsaan. Setiap tahapan menjadi ajang pembuktian kualitas dan kesiapan peserta.
Dari enam peserta utusan Kwartir Cabang Kota Langsa, yang terdiri dari tiga putra dan tiga putri, tiga nama berhasil lolos seleksi, yakni Indah Ekklesia Simanungkalit (SMA Negeri 2 Langsa), Haikal Arshavin Halamoan (SMA Unggul CND Langsa), dan Najwa (SMA Negeri 3 Langsa).
Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa generasi muda Kota Langsa memiliki potensi besar untuk bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di kancah internasional.
Kini, langkah Indah tak lagi sekadar tentang dirinya pribadi. Ia membawa harapan banyak pihak—keluarga, guru, dan masyarakat—yang percaya bahwa dari Langsa, lahir anak-anak hebat yang mampu melangkah hingga ke dunia.
Jambore Dunia di Polandia tahun 2027 pun kini bukan lagi sekadar impian, melainkan panggung pembuktian bahwa semangat, kerja keras, dan doa mampu mengantarkan generasi muda melampaui batas. ( AZ ).













