Aceh Tengah –Satupena.co.id: Progres pembangunan jembatan modular (Bailey) di wilayah Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, hingga Minggu (12/04/2026) telah mencapai 50 persen. Pembangunan jembatan ini menjadi akses vital yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan tersebut.
Jembatan dengan panjang sekitar 50 meter ini dibangun pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Owaq hingga kawasan kemukiman Wih Dusun Jamat, meliputi Desa Linge, Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, Desa Kute Reje, dan Desa Reje Payung.
Pengerjaan jembatan dilakukan secara kolaboratif oleh personel TNI dari berbagai satuan, di antaranya Koramil 05/Linge yang dipimpin Serda Tri Jatmiko, ZIDAM Iskandar Muda di bawah komando Lettu Czi Saifullah, serta personel Yon TP 854/DK yang dipimpin Serda Adi Winarto. Selain itu, masyarakat setempat juga turut ambil bagian dalam proses pembangunan.
Adapun sejumlah pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi perakitan jembatan tipe 2.1 sebanyak 18 petak, pemasangan panel tipe 2.1, pendorongan jembatan sebanyak 9 petak, serta pemasangan glagar.
Serda Tri Jatmiko menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan pekerjaan di lapangan agar pembangunan dapat selesai sesuai target yang telah ditentukan. “Kami bersama seluruh personel dan masyarakat berupaya maksimal mempercepat proses pengerjaan, meskipun dihadapkan pada berbagai kendala di lapangan,” ujarnya.
Meski progres pembangunan menunjukkan hasil yang signifikan, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan. Di antaranya adalah intensitas hujan yang kerap turun pada sore hari, serta kondisi area kerja yang sempit dan terbatas, sehingga mempengaruhi kelancaran proses pengerjaan.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung pada April 2026 dan diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas perekonomian di wilayah Kecamatan Linge.













