Aceh Tamiang –Satupena.co.id:
Setelah berbulan-bulan menanti kepastian, masyarakat korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya mendapat secercah harapan. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, hadir langsung menyalurkan bantuan sosial senilai Rp76,6 miliar kepada warga terdampak, Jumat (10/04/2026).
Kehadiran Gus Ipul membawa misi kemanusiaan dari Presiden Prabowo Subianto, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Penyaluran bantuan tersebut turut didampingi oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H., Ketua DPRK Fadlon, S.H.I., serta unsur Forkopimda.
Kegiatan penyaluran bantuan tahap II ini dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Aceh Tamiang dalam suasana Jumat Berkah. Bantuan ini merupakan bagian dari total komitmen pemerintah pusat dalam penanganan bencana yang mencapai Rp205,18 miliar.
Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat tanpa hambatan birokrasi dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
“Bantuan sosial pasca kebencanaan terus kami salurkan. Tidak ada libur, selama datanya sudah ada, langsung kami eksekusi,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa langkah cepat tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar perlindungan sosial benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.
Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar hingga mendukung pemulihan ekonomi jangka panjang masyarakat. Adapun rincian bantuan meliputi:
- Jaminan Hidup (Jadup): diberikan per jiwa untuk memenuhi kebutuhan pangan harian.
- Isi Hunian Rumah: sebesar Rp3 juta per kepala keluarga (KK) untuk mengganti perabot rumah tangga yang rusak atau hilang akibat banjir.
- Stimulan Ekonomi: sebesar Rp5 juta per KK sebagai modal usaha untuk memulihkan ekonomi keluarga.
- Santunan Duka dan Luka: Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia, serta Rp5 juta untuk korban luka berat.
“Rumah mungkin sempat terendam dan perabotan terbawa arus. Maka kita bantu Rp3 juta per KK untuk isi hunian. Gunakan bantuan ini sebaik-baiknya, bahkan kalau bisa menjadi awal usaha baru,” pesan Gus Ipul kepada warga.
Sementara itu, Bupati Armia Pahmi menegaskan pentingnya akurasi data agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
“Kami terus melakukan evaluasi. Jika masih ada warga yang belum terdata, Pemerintah Kabupaten akan menjemput bola untuk penyaluran tahap berikutnya. Semua korban bencana hidrometeorologi harus mendapatkan haknya secara layak,” ujarnya.
Suasana haru dan penuh harapan mewarnai kegiatan tersebut. Salah satu penerima bantuan, Erhamna (45), mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah yang dinilainya sangat membantu dalam kondisi sulit.
“Terima kasih Pak Presiden, Pak Mensos, dan Pak Bupati. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui penyaluran bantuan tahap II ini, Kabupaten Aceh Tamiang perlahan mulai bangkit dari dampak bencana. Upaya ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir dan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi kesulitan sendirian. (D.Yogi.S)













