Foto:
Tampak warga bergotong royong memperbaiki jalan Simpang Lukup–Panteraya Dalam. 5/4/2026.(SS ).
Bener Meriah –Satupena.co.id: Kondisi memprihatinkan terjadi pada ruas jalan Simpang Lukup–Panteraya Dalam, Kecamatan Weh Pesam menuju Lukup Sabun Barat. Jalan yang menjadi akses vital bagi masyarakat tersebut dilaporkan telah lama tidak tersentuh perbaikan, hingga akhirnya warga turun tangan memperbaikinya secara swadaya.
Aksi gotong royong itu melibatkan masyarakat dari empat kampung, yakni Kampung Lukup Sabun, Lukup Sabun Tengah, Lukup Sabun Barat, dan Lukup Sabun Timur. Menariknya, keempat kampung tersebut berada di wilayah Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, namun sangat bergantung pada akses jalan di kawasan Bener Meriah tersebut. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu (4/4/2026).
Dengan peralatan seadanya, warga bahu-membahu menimbun jalan berlubang yang tersebar di sepanjang sisi kanan dan kiri badan jalan. Material seperti pasir, batu, dan semen dibeli secara swadaya demi memperbaiki kondisi jalan yang sudah lama rusak parah.
Salah seorang warga, Irfan yang akrab disapa Pak Wen, mengungkapkan bahwa jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak mendapat perhatian dari pemerintah.
“Jalan ini sudah cukup lama tidak pernah diperbaiki. Jadi kami dari empat kampung sepakat bergotong royong, patungan membeli material untuk memperbaikinya agar bisa dilalui dengan aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, bahkan sebelum terjadinya bencana di wilayah tersebut, kondisi jalan sudah dalam keadaan rusak dan tidak pernah mendapat penanganan serius. Padahal, jalur ini menjadi akses utama warga, khususnya dari Kecamatan Kute Panang, untuk beraktivitas sehari-hari, termasuk menuju pusat belanja kebutuhan pokok di kawasan Simpang Balik–Panteraya yang lebih dekat dijangkau.
Kerusakan jalan yang cukup parah dinilai sangat membahayakan pengguna. Lubang-lubang dalam kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bermuatan.
“Sudah sering warga jatuh. Bahkan tahun lalu, mobil pengangkut cabai sempat tergelincir dan terbalik di salah satu tikungan,” tambahnya.
Dalam kegiatan gotong royong tersebut, terlihat pula kehadiran Babinsa dan Danpos Kute Panang yang turut membantu proses perbaikan. Kehadiran aparat ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat dalam menjaga akses infrastruktur yang sangat vital.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bener Meriah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan permanen, agar jalan tersebut kembali layak dan aman dilalui serta tidak lagi mengancam keselamatan pengguna jalan.
( SS ).














