Aceh Tengah-Satupena.co.id: Banjir bandang kembali menerjang Desa Gele Pulo, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (28/3/2026) sore, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Air yang berasal dari kawasan pegunungan tiba-tiba mengalir deras dan meluap ke permukiman warga. Sejumlah rumah dilaporkan terendam, sementara kondisi di lapangan disebut semakin mengkhawatirkan karena hujan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Warga setempat menyebut, banjir kali ini diperparah oleh kondisi sungai yang dangkal akibat endapan material dari banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Akibatnya, kapasitas sungai menurun dan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Setiap hujan deras, air datang tiba-tiba dan langsung masuk ke rumah. Kami sangat takut karena tidak tahu kapan hujan berhenti dan air surut,” ujar Edi, salah satu warga.
Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi jalan desa dan lapangan, sehingga menghambat aktivitas serta mobilitas warga. Akses di beberapa titik dilaporkan terganggu akibat genangan air dan arus yang cukup deras.
Warga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat, terutama melakukan normalisasi sungai serta perbaikan infrastruktur penunjang guna mencegah bencana serupa terus berulang.
Mereka juga meminta agar petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat, termasuk evakuasi warga terdampak dan penyaluran bantuan.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa. Namun, kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pemerintah desa setempat.
Pemerintah desa bersama warga mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Bintang, agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan mengingat potensi hujan masih tinggi.
Sumber : Zattoday. Net














