Aceh Timur – Percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur terus digenjot tanpa henti. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama para vendor kini berpacu dengan waktu demi memastikan para pengungsi segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Demi mencapai progres maksimal, BNPB menambah jumlah vendor dan mengerahkan tenaga kerja ekstra. Proses pembangunan pun dilakukan siang dan malam, memanfaatkan kondisi cuaca yang masih mendukung.
Targetnya jelas: dalam waktu satu minggu ke depan, seluruh huntara sudah siap dan bisa ditempati oleh para korban banjir.
Komitmen ini tidak hanya datang dari BNPB, tetapi juga ditegaskan langsung oleh para vendor pelaksana. Hamdani dari CV Munawwarah Jaya Abadi, Saiful dari CV Pratama Inti Abadi, serta Kamal dari PT Central Tata Bangun menyatakan kesiapan penuh untuk menuntaskan pembangunan sesuai target, di dusun peulalu dan didusun blang seunong ditargetkan seminggu kedepan sudah bisa ditempati oleh masyarakat.
Sebagai bentuk keseriusan, pihak vendor bahkan telah membuat surat pernyataan kesanggupan untuk menyelesaikan seluruh unit huntara dalam waktu sepekan.
Di lapangan, berbagai kendala masih dihadapi. Akses menuju Desa Blang Seunong menjadi tantangan utama. Jalan yang sejak awal sudah rusak parah, kini semakin sulit dilalui setelah diterjang banjir.
Material lumpur sempat menutup jalur distribusi. Setelah dibersihkan, kondisi jalan menyisakan debu tebal yang mengganggu mobilisasi bahan bangunan.
Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan komitmen semua pihak. BNPB memastikan percepatan tetap berjalan demi kepentingan masyarakat terdampak.
“Dalam satu minggu ke depan, semua pengungsi sudah bisa menempati huntara, ujar Kolonel Hendri Edward, sebagaimana disampaikan Sekretaris Desa Blang Seunong, Tarmizi, kepada media ini, Kamis (26 Maret 2026).
Sinergi antara BNPB dan para vendor menjadi harapan besar bagi warga agar segera bangkit dari dampak bencana dan kembali menjalani kehidupan normal.
Reporter: ZAS














