AcehBeritaPeristiwaPidie Jaya

Dua Mahasiswa Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Pidie Jaya, Diduga Keracunan Karbon Monoksida

×

Dua Mahasiswa Ditemukan Tewas di Dalam Mobil di Pidie Jaya, Diduga Keracunan Karbon Monoksida

Sebarkan artikel ini

Kendaraan Terparkir Sejak Sore dengan Mesin Menyala, Warga Curiga dan Temukan Korban Tak Bernyawa di Dalam Kabin Tertutup

Pidie Jaya –Satupena.co.id:: Warga Gampong Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, digegerkan dengan penemuan dua orang mahasiswa yang ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah mobil Honda Jazz, Selasa (24/03/2026) dini hari.

Kedua korban diketahui bernama Misbahuddin (24), warga Kabupaten Bireuen, dan Husnaini Syahada (25), warga Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan keterangan warga dan pihak berwenang, mobil yang ditumpangi korban sudah terparkir di lokasi sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Pada awalnya, keberadaan kendaraan tersebut tidak menimbulkan kecurigaan, mengingat suasana masih dalam masa arus mudik Lebaran sehingga diduga para korban hanya beristirahat sejenak.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Gelar Apel Pengamanan Malam Idul Adha 1445 H

Namun, hingga menjelang tengah malam sekitar pukul 23.55 WIB, mobil tersebut masih berada di lokasi yang sama dengan kondisi mesin yang terus menyala. Hal ini memicu kecurigaan warga. Sejumlah pemuda kemudian mendekati kendaraan dan mencoba memanggil penumpang di dalam, namun tidak mendapat respons.

Warga selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bandar Baru sekitar pukul 00.05 WIB. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi bersama warga kemudian mengambil tindakan dengan memecahkan kaca mobil untuk memastikan kondisi di dalam. Saat diperiksa, kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Baca juga Artikel ini :  Jelang PON Dan Pilkada 2024, Sat Binmas Polres Aceh Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Dan Sukseskan Agenda Nasional

Tim medis dari Puskesmas Bandar Baru yang turut hadir di lokasi langsung melakukan pemeriksaan dan memastikan bahwa kedua korban telah meninggal dunia.

Dugaan sementara, korban meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO). Hal ini diduga terjadi karena korban menghidupkan mesin dan pendingin udara (AC) mobil dalam kondisi kabin tertutup rapat tanpa sirkulasi udara yang memadai.

Peristiwa ini diduga bermula saat korban berniat beristirahat sejenak untuk mengatasi rasa lelah dan kantuk. Namun, kelalaian dalam menjaga sirkulasi udara di dalam kendaraan berujung fatal.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 05/Linge Perkuat Poskamling sebagai Bentuk Perlawanan Rakyat di Desa Pantan Nangka

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi para pengendara, khususnya saat melakukan perjalanan jarak jauh. Menghidupkan mesin kendaraan dalam kondisi parkir dengan kaca tertutup rapat, terlebih dalam waktu lama, sangat berisiko karena dapat menyebabkan paparan gas karbon monoksida yang mematikan.

Karbon monoksida merupakan gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau, yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan. Dalam kondisi sirkulasi udara yang buruk, gas ini dapat masuk ke dalam kabin dan menyebabkan keracunan hingga kematian.

Hayo mau copy paste ya