Blog

Lomba Tenun Sirat Tojuk Kabupaten Toba DapatRespon Positif, Ibu Bupati Berharap Nilai Ekonomis Dan Minat Generasi MudaTerus Naik

×

Lomba Tenun Sirat Tojuk Kabupaten Toba DapatRespon Positif, Ibu Bupati Berharap Nilai Ekonomis Dan Minat Generasi MudaTerus Naik

Sebarkan artikel ini

 

Toba//Satupena co.id.(13/3/ 2026)lapangan venue Balige Kegiatan lomba tenun Sirat Tojuk yang diselenggarakan bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Toba telah sukses digelar, dengan partisipasi sebanyak 59 peserta dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) di daerah tersebut. Kegiatan ini menjadi bukti antusiasme tinggi generasi muda terhadap warisan budaya khas Tapanuli Raya.

Meskipun mayoritas peserta dan pemenangnya adalah laki-laki, pihak penyelenggara serta pemerintah daerah menekankan bahwa tenun Sirat Tojuk sebagai warisan budaya harus dilestarikan oleh seluruh kalangan tanpa memandang jenis kelamin. Penting bagi anak muda untuk tidak merasa sungkan dalam mempelajarinya, baik laki-laki maupun perempuan.

“Kami sangat bangga dengan hasil kegiatan ini. Jumlah peserta yang mencapai 59 orang adalah hal yang tidak terduga, dan ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki minat yang besar terhadap budaya lokal,” ujar Astita Br Simanjuntak, Ibu Bupati Kabupaten Toba yang juga menjabat sebagai Ketua PKK Kabupaten Toba dan Ketua Dekranasda.

Baca juga Artikel ini :  Dalam Rangka HUT TNI Ke-80,Anggota Koramil 05/Linge,Karya Bakti Perbaiki Air Bersih dan Tempat Wudhu,di Dusun Peregen.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Bupati menyampaikan harapannya terkait pengembangan tenun Sirat Tojuk ke depannya. Ia menekankan pentingnya meningkatkan nilai ekonomis produk ini agar waktu yang dihabiskan selama 3-4 jam untuk membuat setiap karya terasa lebih berharga, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pembuat tenun Sirat Tojuk. Pihak terkait juga menyampaikan komitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya tersebut, termasuk melakukan langkah-langkah untuk mengoptimalkan nilai produk dan siap melakukan diskusi bersama pihak terkait untuk merumuskan konsep strategis yang komprehensif.

Untuk pengembangan skala lebih luas, perlombaan tingkat nasional masih memerlukan pertimbangan mendalam mengingat tenun Sirat merupakan khasanah khusus daerah Tapanuli Raya. Namun, jika minat dan jumlah peserta terus meningkat, akan dipertimbangkan untuk memperkenalkannya secara lebih luas, bahkan sebagai bagian dari festival budaya nasional yang memperlihatkan keragaman seni dan budaya seluruh Indonesia.

Baca juga Artikel ini :  Bukber di Masjid Al-Mujahirin, Wabup Toba Ajak Warga Rajut Kebersamaan

Mengenai tenun Sirat yang hanya ada di beberapa kecamatan dengan karakteristik masyarakat yang berbeda, pihak terkait akan melakukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi lokal. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut dengan cara yang tepat, tanpa membuat masyarakat merasa tertekan.

Sebagai kabar baik, akan dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba untuk menyampaikan hasil positif kegiatan ini dan usulan-usulan yang telah dirumuskan, guna mendapatkan dukungan penuh dalam pengembangan serta pelestarian tenun Sirat Tojuk dan budaya daerah lainnya.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 09/Ketol Gelar Komsos Bahas Antisipasi Dampak Curah Hujan Tinggi di Desa Pantan Penyo

Berbagai prestasi diraih oleh peserta muda, dengan hadiah yang cukup menguntungkan. Reza Siagian meraih juara 1 dengan mendapatkan hadiah senilai Rp 5.250.000, diikuti Andre Napitupulu sebagai juara 2 dengan hadiah Rp 4.250.000, dan Kevin Siagian sebagai juara 3 dengan hadiah Rp 3.150.000. Selain itu, terdapat juga kategori harapan: Valentino Siagian (Harapan 1, Rp 2.100.000), Jelita Siagian (Harapan 2, Rp 1.575.000), dan Adira Siagian (Harapan 3, Rp 1.050.000).

Andre Napitupulu, warga Desa Sigumpar Julu, menyampaikan perasaannya, “Saya merasa bangga bisa meraih prestasi ini dan membanggakan kampung halaman kita.” Faber Simanjuntak, Kepala Desa Sigumpar Julu, mengajak seluruh anak-anak desa untuk mengembangkan bakat yang ada dalam diri mereka. “Mari kita tingkatkan kemampuan kita dan terus menjaga serta mengembangkan warisan budaya yang kita miliki,” ujarnya.

(M Siboro C.ILJ)