AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 55 Persen, Ditargetkan Rampung Maret 2026

×

Pembangunan Jembatan Bailey di Lukup Sabun Barat Capai 55 Persen, Ditargetkan Rampung Maret 2026

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Progres pembangunan Jembatan Bailey di Desa Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Kamis (5/3/2026), pembangunan jembatan tersebut telah mencapai sekitar 55 persen.

Pembangunan jembatan darurat ini berada di titik koordinat 4°37’17.6″N 96°43’14.6″E dan menjadi akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kecamatan Kute Panang. Ruas jalan yang dilayani jembatan ini meliputi Desa Ratawali, Desa Tawardi, Desa Tawarmiko, Desa Lukup Sabun, Desa Lukup Sabun Tengah, hingga Desa Lukup Sabun Barat.

Baca juga Artikel ini :  Kapolda Aceh Bersilaturahmi Dengan Forkopimda Pidie di Pendopo Bupati

Jembatan yang dibangun menggunakan konstruksi Bailey tipe 3-1 ini memiliki panjang sekitar 20 meter atau terdiri dari 10 petak. Pengerjaan jembatan melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Aceh Tamiang Pimpin Langsung Pengamanan Aksi Damai Forum Rakyat di Komplek Pertamina Rantau

Tercatat sebanyak 4 personel dari Kodim 0106/Aceh Tengah, 13 personel dari Yon Zipur 16/DA, serta 2 orang masyarakat setempat turut terlibat dalam proses pembangunan tersebut.

Pada tahap pekerjaan saat ini, personel di lapangan tengah melaksanakan kegiatan perakitan lantai jembatan Bailey sebagai bagian dari proses konstruksi menuju penyelesaian akhir.

Pembangunan jembatan tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2026 sehingga diharapkan dapat segera digunakan oleh masyarakat untuk memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga di wilayah Kute Panang dan sekitarnya.

Baca juga Artikel ini :  Haili Yoga-Muchsin Hasan (HAMAS) Solusi Akselerasi Pembangunan Aceh Tengah.

Dengan selesainya jembatan ini nantinya, akses transportasi antar desa yang sebelumnya terkendala diharapkan kembali normal serta mampu mendukung konektivitas wilayah pedalaman di Kabupaten Aceh Tengah.

DM TV malang