AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Satgas TNI Kebencanaan Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Burlah, Progres Capai 57 Persen

×

Satgas TNI Kebencanaan Genjot Pembangunan Jembatan Gantung Burlah, Progres Capai 57 Persen

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah- Satupena.co.id:  Satuan Tugas (Satgas) TNI di bawah kendali teritorial Kodim 0106/Aceh Tengah terus menggenjot pembangunan jembatan gantung di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Hingga Kamis (26/2/2026), progres fisik pembangunan tercatat telah mencapai 57,06 persen.

Pengerjaan jembatan sepanjang 120 meter itu menjadi bagian dari upaya TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Jembatan tersebut akan menghubungkan Desa Kala Ketol dengan Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Buge Ara, dan Desa Bintang Pepara, yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman dan permanen.

Baca juga Artikel ini :  Tim Satgas Pangan Polda Sumsel Cek Gudang dan Ketersediaan Beras, Stok Aman

Satgas yang diterjunkan terdiri dari personel gabungan TNI. Sebanyak empat personel dari Koramil 09/Ketol dipimpin Kapten Inf Iwan Mulyawan terlibat langsung dalam pengerjaan di lapangan. Dukungan juga datang dari tujuh personel Yon TP 854 di bawah komando Serda Muhammad Dede Prastyo. Keterlibatan masyarakat setempat turut membantu proses pekerjaan, meski komando dan pelaksanaan teknis sepenuhnya berada di bawah kendali Satgas TNI.

Saat ini, Satgas TNI memfokuskan pekerjaan pada pelangsiran material papan lantai, pengelasan rangka besi lantai, pengeboran serta pemasangan baut papan lantai, hingga pemasangan hanger sebagai penyangga utama konstruksi.

Baca juga Artikel ini :  Berikan Tausyiah, Dandim 0103/Aceh Utara Ajak Makmurkan Masjid.

Seluruh material utama jembatan bersumber dari TNI AD. Hingga laporan terakhir, sejumlah bahan konstruksi telah dimobilisasi ke lokasi, di antaranya 490 sak semen, puluhan batang besi berbagai spesifikasi (Besi 12, Besi 8 full, dan Besi Ulir 13), lima truk batu split dan satu unit L300 tambahan, 13 truk pasir, 16 angkur tiang, sling baja berbagai ukuran, empat tiang pylon, UNP galagar lintang, plat baja, hingga perlengkapan pengecatan dan baut pengikat.

Di tengah percepatan pengerjaan, Satgas TNI menghadapi sejumlah kendala. Ketiadaan tim teknisi khusus menjadi tantangan tersendiri dalam pekerjaan konstruksi yang membutuhkan presisi tinggi.

Baca juga Artikel ini :  Bupati Humbang Hasundutan Bersama Kapolres Laksanakan ‘Soft Opening’ Gedung SPPG Kemala Bayangkari

Selain itu, posisi jembatan yang berada sekitar tujuh meter di atas permukaan air memaksa personel bekerja dengan tingkat kehati-hatian ekstra. Keterbatasan perlengkapan keselamatan kerja juga menjadi perhatian mengingat risiko pekerjaan di ketinggian cukup signifikan.

Meski demikian, Satgas TNI tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan sesuai target pada Februari 2026. Keberadaan jembatan gantung tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antar desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Tengah.