AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Satgas TNI Rehabilitasi SMPN 26 Takengon Pascabencana, Progres Pengecatan Capai 30 Persen

×

Satgas TNI Rehabilitasi SMPN 26 Takengon Pascabencana, Progres Pengecatan Capai 30 Persen

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Personel Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) TNI terus bergerak mempercepat pemulihan fasilitas umum pascatanah longsor dan banjir bandang di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Salah satu sasaran fisik yang kini dikerjakan adalah rehabilitasi fasilitas pendidikan di SMPN 26 Takengon.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (20/2/2026) pukul 08.30 WIB tersebut difokuskan pada pengecatan sejumlah bangunan sekolah yang sebelumnya terdampak banjir.

Sebanyak enam unit gedung menjadi sasaran perbaikan, meliputi satu gedung dewan guru yang terdiri dari tiga ruangan, satu gedung perpustakaan, satu gedung mess sekolah, satu gedung berisi tiga ruang belajar siswa, serta dua gedung rumah guru dengan total empat unit rumah dinas. Secara keseluruhan terdapat 10 ruangan yang menjadi objek pengerjaan.

Baca juga Artikel ini :  Danrem 011/Lilawangsa Kunjungi Kodim 0103/Aceh Utara: Tegaskan Profesionalisme, Etika, dan Pembinaan Keluarga Prajurit

Personel yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari dua anggota dipimpin Sertu Mukmin Anto, serta 20 personel di bawah komando Serda Rudi Saputro. Kegiatan ini belum melibatkan unsur instansi lain seperti Polri, ASN, maupun relawan, dan dikerjakan bersama masyarakat setempat.

Baca juga Artikel ini :  Komsos Babinsa Sebagai Perekat Kemanunggalan TNI-Rakyat

Di lapangan, personel Satgas bersama warga melakukan pengecatan dinding dengan warna dasar putih, pengecatan kusen pintu dan jendela menggunakan cat minyak warna hitam, serta kombinasi pengecatan tulang-tulang gedung dengan warna merah.

“Untuk progres pengerjaan saat ini sudah mencapai sekitar 30 persen,” ujar salah satu personel di lokasi kegiatan.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Jombang Resmikan Renovasi Gedung Polsek Diwek

Namun demikian, proses rehabilitasi menghadapi sejumlah kendala teknis. Bagian bawah dinding gedung mengalami perubahan warna menjadi kekuningan akibat sebelumnya terendam banjir, sehingga membutuhkan pengecatan berlapis agar hasilnya maksimal dan merata.

Rehabilitasi fasilitas pendidikan ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan sarana publik agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal dan nyaman bagi para siswa di wilayah terdampak bencana.