AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burni Bius Capai 50,8 Persen, TNI dan Warga Terus Kebut Pekerjaan

×

Progres Pembangunan Jembatan Gantung Desa Burni Bius Capai 50,8 Persen, TNI dan Warga Terus Kebut Pekerjaan

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah – Satupena.co.id: Pembangunan jembatan gantung di Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Kamis (19/2/2026) pukul 16.30 WIB, progres pembangunan telah mencapai 50,8 persen.

Jembatan gantung yang menghubungkan ruas jalan Desa Burni Bius menuju Dusun Gantung Langit ini memiliki panjang 75 meter. Pembangunan dilakukan oleh personel TNI AD bersama masyarakat setempat sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan akses infrastruktur pedesaan.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari 22 orang dari Kodim 0106/Aceh Tengah di bawah pimpinan Serka Rosidin, 20 orang dari Yon TP 854/DK dipimpin Letda Ckm Ismail Saleh, serta dua orang warga masyarakat yang turut membantu di lapangan.

Baca juga Artikel ini :  Kapolda Aceh: Harta Kekayaan Para Pelaku Narkoba Harus Ditelusuri

Pada kegiatan hari ini, personel melaksanakan penimbunan lokasi jalan pondasi A1 serta pengecoran lantai A1. Sementara untuk pekerjaan esok hari direncanakan pemasangan tiang besi di titik B1 serta perapian pondasi A dan B.

Baca juga Artikel ini :  Peringati Hari Kartini di Papua, Satgas Yonif 509 Kostrad Peduli Mama Papua

Pembangunan jembatan gantung ini ditargetkan rampung pada Februari 2026. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Akses Dua Dusun Kini Terbuka, Pembangunan Jembatan TMMD Capai 40 Persen

Meski demikian, terdapat kendala di lapangan. Kendaraan pengangkut material belum dapat menjangkau langsung lokasi pembangunan jembatan sehingga distribusi material harus dilangsir menggunakan kendaraan roda yang lebih kecil. Kondisi ini menyebabkan proses mobilisasi material memerlukan waktu dan tenaga tambahan.

Secara umum, kegiatan pembangunan berjalan aman dan lancar dengan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.