Aceh Tengah- Satupena.co.id; Jalur penghubung Kabupaten dengan melalui Kecamatan Ketol kembali terputus akibat longsor dan pergerakan tanah pada Jumat (20/2) sekitar pukul 17.13 WIB.
Lubang ambles (sinkhole) yang sebelumnya muncul dan merusak badan jalan dilaporkan terus melebar dan bergerak. Kondisi tersebut membuat jalur alternatif yang sempat digunakan warga kini tidak lagi bisa dilintasi kendaraan.
Peristiwa ini merupakan lanjutan dari kejadian pada 26 Januari 2026 lalu, saat sinkhole pertama kali memutus jalan utama penghubung masyarakat Kecamatan Ketol menuju Simpang Balek di wilayah Kabupaten Bener Meriah. Sejak saat itu, mobilitas warga terganggu, terutama untuk distribusi hasil pertanian.
Pemerintah kampung sebelumnya telah membuka jalur alternatif dengan memanfaatkan bekas jalan PT Alasilo (KKA) yang sudah lama tidak difungsikan. Namun, pergerakan tanah yang masih aktif membuat jalur darurat tersebut ikut terdampak.
“Putusnya jalan terjadi sore tadi, jadi kendaraan sudah tidak bisa lagi melintas di jalur alternatif itu,” kata Suprapto, warga Kampung Pondok Balek, kepada wartawan.
Menurut dia, saat ini warga hanya bisa menggunakan jalur pinggir sungai yang menghubungkan Kampung Pondok Balek ke Kampung Segene Balek dan tembus ke retribusi Suka Makmur. Namun, jalur tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
Sementara itu, kendaraan roda empat harus memutar melalui Kecamatan Kute Panang atau Blang Mancung dengan jarak tempuh yang jauh lebih panjang.
Suprapto juga mengkhawatirkan jalur alternatif kedua berpotensi ikut rusak apabila pergerakan tanah tidak segera ditangani.
“Kalau dibiarkan, kemungkinan besar jalur yang sekarang dipakai juga bisa putus. Tanahnya masih terus bergerak,” ujarnya.
Kondisi ini berdampak besar bagi masyarakat Ketol yang sebagian besar menggantungkan ekonomi dari sektor pertanian. Kecamatan Ketol dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian di Kabupaten Aceh Tengah dan berkontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
Warga berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi segera turun tangan melakukan penanganan darurat dan perbaikan permanen, agar akses transportasi kembali normal dan distribusi hasil pertanian tidak terhambat.
Penulis : Pujo.












