AcehACEH TENGAHBeritaTNI Polri

Satgas Gulbencal Lanjutkan Pembersihan Jalan Telege Atu–Ratawali, Progres Capai 80 Persen

×

Satgas Gulbencal Lanjutkan Pembersihan Jalan Telege Atu–Ratawali, Progres Capai 80 Persen

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –Satupena.co.id:  Personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas Gulbencal) kembali melanjutkan pembersihan material banjir dan tanah longsor yang menutup badan jalan penghubung Kampung Telege Atu, Kecamatan Kebayakan, menuju Kampung Ratawali, Kecamatan Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (17/2/2026).

Pembersihan difokuskan di Dusun Tajuran, kawasan Redines, Kampung Telege Atu. Material longsor berupa tanah sepanjang kurang lebih 150 meter dengan ketebalan sekitar 1 meter sebelumnya menutup akses vital antar-kampung tersebut akibat bencana banjir dan longsor.

Pelda Muhadisin selaku koordinator lapangan melalui laporan tertulis menyampaikan, kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB. Personel bekerja menggunakan peralatan manual seperti cangkul, sekop, dan gerobak dorong untuk menyingkirkan timbunan tanah dari badan jalan.

Baca juga Artikel ini :  Antisipasi Guantibcarlantas Di Hari Libur, Satlantas Lakukan Patroli Dan Pengaturan Di Sejumlah Titik Menuju Obyek Wisata

“Pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong dengan mengedepankan keselamatan personel. Hingga pukul 12.30 WIB, pembersihan telah mencapai 120 meter atau sekitar 80 persen dari total titik terdampak,” demikian keterangan dalam laporan tersebut.

Baca juga Artikel ini :  Gerebek Rumah di Pintu Rime Gayo, Polisi Amankan 3 Kg Ganja Siap Edar

Sebanyak delapan personel Satgas Gulbencal diterjunkan dalam kegiatan ini, dipimpin oleh DPP Pelda Muhadisin. Meski cuaca diguyur gerimis ringan, proses pembersihan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Baca juga Artikel ini :  Diskusi Ke-10 Silaturahmi Kite Gayo, Bahas Pendidikan Gayo Lues

Akses jalan ini diketahui merupakan jalur penghubung penting bagi mobilitas warga di dua kecamatan tersebut. Dengan progres yang telah mencapai 80 persen, diharapkan akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan dalam laporan kepada Komando Atas.