AcehACEH TIMURBeritaPemerintah

BNPB Kebut 32 Huntara Tersisa di Alue Ie Mirah, Target Tuntas 10 Hari

×

BNPB Kebut 32 Huntara Tersisa di Alue Ie Mirah, Target Tuntas 10 Hari

Sebarkan artikel ini

Aceh Timur –Satupena.co.id: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir di Gampong Alue Ie Mirah, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Sebanyak 32 unit huntara tersisa di Dusun Alue Buloh dikebut dan ditargetkan rampung dalam 10 hari ke depan.

Percepatan dilakukan dengan menambah satu mitra pelaksana. Jika sebelumnya pembangunan hanya digarap satu perusahaan, kini BNPB menunjuk PT Karya Usaha Mandiri Utama untuk menangani sisa unit yang belum selesai.

Perwakilan perusahaan memastikan seluruh material telah tersedia di lokasi dan tim teknis sudah mulai bekerja.

Baca juga Artikel ini :  Ops Patuh Seulawah 2024 Mulai Hari Ini, Kapolres Aceh Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan

“Material sudah lengkap di lapangan. Kami pastikan 10 hari ke depan unit yang tersisa selesai dan siap ditempati,” ujar perwakilan perusahaan di lokasi, Sabtu (15/2/2026).

Langkah percepatan ini disebut tak lepas dari perhatian Dewan Pengarah BNPB dan Satgas BNPB, Hendri Edward dan Isroil Samihardjo, yang mendorong agar pembangunan huntara di Alue Ie Mirah menjadi prioritas. Kehadiran pemerintah pusat dinilai penting mengingat sebagian warga masih bertahan di tenda darurat sejak banjir melanda wilayah tersebut.

Keuchik Gampong Alue Ie Mirah, Anwar, mengapresiasi langkah cepat BNPB. Menurut dia, pelibatan pemerintah desa dalam pengawasan pembangunan menjadi bentuk transparansi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca juga Artikel ini :  Satgas Anti-Premanisme Dibentuk, Polres Aceh Tengah Siap Jaga Rasa Aman Warga

“Kami sangat berterima kasih. Aspirasi masyarakat didengar. Dengan adanya tambahan mitra, harapan warga untuk segera memiliki tempat tinggal yang layak semakin dekat,” kata Anwar.

Hal senada disampaikan Camat Pante Bidari, Darkasyi. Ia menilai penambahan mitra menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menjawab kebutuhan mendesak warga terdampak banjir.

“Kami siap mendukung penuh dan memastikan koordinasi berjalan baik agar target 10 hari benar-benar tercapai,” ujarnya.

BNPB juga menekankan pentingnya validasi data penerima. Pemerintah desa diminta memastikan warga dengan kategori rumah rusak berat telah terdata dalam Berita Acara Nomor dan Alamat (BNBA) serta menjadi prioritas penerima huntara.

Baca juga Artikel ini :  Sinergi Polri dan Masyarakat: Kapolres Pidie Jaya Tinjau Lahan Produktif Binaan Polsek Jangka Buya

Koordinasi antara BNPB, mitra pelaksana, dan pemerintah desa disebut menjadi kunci agar pembangunan berjalan cepat tanpa memunculkan polemik baru.

Bagi puluhan keluarga di Dusun Alue Buloh, target 10 hari ini bukan sekadar tenggat waktu. Penyelesaian 32 unit huntara menjadi harapan untuk segera meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian yang lebih aman dan layak.

Reporter: ZAS