AcehBeritaLHOKSEUMAWE

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Selaraskan Program dengan Kebutuhan Warga Pante Gaki Bale yang Masih Berduka Pascabanjir

×

Mahasiswa KPM UIN Sultanah Nahrasiyah Selaraskan Program dengan Kebutuhan Warga Pante Gaki Bale yang Masih Berduka Pascabanjir

Sebarkan artikel ini

Lhokseumawe– Satupena.co.id: Sejumlah mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Mandiri Tematik Kebencanaan Kelompok 12 dari memulai pengabdian mereka dengan satu pendekatan: mendengar lebih dulu sebelum bekerja.

Di Meunasah Desa Pante Gaki Bale, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Kamis (12/2/2026), para mahasiswa duduk melingkar bersama Kepala Desa Amri Syahfari. Pertemuan itu bukan sekadar seremoni pembuka, melainkan forum sinkronisasi program agar selaras dengan kebutuhan riil masyarakat selama 20 hari masa pengabdian, terhitung 12 Februari hingga 3 Maret 2026.

Ketua kelompok KPM, Said Iqramul Fahrabi, memaparkan sejumlah rencana kerja yang telah disusun. Namun diskusi berlangsung dua arah. Amri menjelaskan agenda desa dalam waktu dekat, mulai dari kegiatan sosial hingga kebutuhan mendesak warga. Sejumlah program mahasiswa pun disesuaikan agar tidak tumpang tindih, melainkan memperkuat aktivitas yang telah berjalan.

Baca juga Artikel ini :  Polres Pidie Jaya Kawal Distribusi Makanan Bergizi Untuk Siswa

Di tengah pembahasan, suasana berubah ketika Amri kembali mengenang banjir besar yang menerjang desa itu pada 26 November 2025. Sekitar 50 rumah dilaporkan hanyut, lima warga meninggal dunia, dan satu orang hingga kini belum ditemukan. Peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat.

Baca juga Artikel ini :  Kapolres Pidie Berikan Arahan Kepada Personel Saat Ujian Beladiri Polri

Untuk mengenang korban yang masih hilang, warga menggelar tahlilan pada Jumat malam (12/2). Mahasiswa KPM turut terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan tersebut. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dengan masyarakat yang masih berduka.

“Harapan kami, program yang dijalankan selama 20 hari ke depan tidak hanya terlaksana secara administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga dan memberi dampak berkelanjutan,” ujar Said.

Baca juga Artikel ini :  Kajati Aceh Lantik Kajari Aceh Barat Daya, Tegaskan Nol Toleransi Pelanggaran dan Praktik Transaksional

Bagi mahasiswa, pengabdian di Pante Gaki Bale tidak berhenti pada implementasi program kerja. Mereka menempatkan empati dan adaptasi sebagai fondasi utama, terutama di desa yang masih berproses memulihkan diri dari bencana.

Di desa pesisir itu, pengabdian bukan hanya soal menjalankan agenda, tetapi tentang membangun kepercayaan-dimulai dari mendengar luka, lalu berjalan bersama menata harapan.