Malang, Satupena.co.id: Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) 2026 jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Malang resmi dibuka pada Sabtu (14/2) di SDN 07 Kepanjen, Kecamatan Kepanjen. Kegiatan yang mengusung tema “Menggali Kreativitas, Merawat Budaya” itu menjadi ruang ekspresi bagi siswa dalam mengolah kekayaan budaya lokal ke dalam karya seni dan sastra.
Pembukaan FLS3N berlangsung meriah dan dihadiri unsur pengawas sekolah, panitia, serta perwakilan peserta dari sejumlah SD di Kabupaten Malang. Ajang tahunan ini menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan dalam mendorong penguatan karakter dan pelestarian budaya melalui jalur pendidikan.
Sejumlah cabang lomba dipertandingkan, antara lain mendongeng dengan tema cerita rakyat Jawa Timur, tari tradisional kreasi, gambar ekspresi bernuansa budaya lokal, serta menulis cerita bergambar yang mengangkat nilai-nilai kearifan lokal.
SD Negeri Kepanjen menjadi salah satu peserta aktif dalam kegiatan tersebut. Sekolah itu mengirimkan perwakilan di beberapa cabang lomba dengan menonjolkan unsur budaya khas daerah.
Ketua Panitia FLS3N Kabupaten Malang, Efendi, mengatakan FLS3N tidak semata menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana edukasi kultural bagi siswa sejak usia dini.
“Melalui karya yang mereka tampilkan, siswa tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga belajar memahami dan merawat identitas budaya sebagai warisan leluhur,” ujarnya.
Sementara itu, pembina dari SD Negeri Kepanjen, Istirochah, menyebut para peserta telah melakukan persiapan intensif selama beberapa pekan. Mereka menggali inspirasi dari tradisi dan cerita rakyat di lingkungan sekitar.
“Kami berharap siswa tidak hanya tampil maksimal dalam lomba, tetapi juga tumbuh menjadi agen pelestari budaya di lingkungan masing-masing,” katanya.
Rangkaian FLS3N 2026 juga diisi dengan pameran karya seni siswa serta sesi pengenalan ragam kesenian tradisional Kabupaten Malang, seperti dan . Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat literasi budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal di kalangan generasi muda. ( Bagio )












