Aceh Tamiang- Satupena.co.id: Bersama Nyi Yuni Armia Fahmi menyerahkan bantuan santunan kematian kepada ahli waris korban bencana alam yang melanda Kabupaten pada akhir November 2025 lalu. Penyerahan dilakukan bersama rombongan (Kemensos RI) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2/2026).
Santunan tersebut diberikan kepada keluarga korban meninggal dunia akibat banjir yang menerjang wilayah berjuluk Bumi Muda Sedia itu. Selain bantuan uang tunai, pemerintah juga menyerahkan paket bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga terdampak.
Dalam sambutannya, Armia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk menuntaskan berbagai persoalan pascabencana secara bertahap dan terukur.
“Saya sebagai Bupati dan pemimpin rakyat Aceh Tamiang yakin kita mampu keluar dari dampak bencana ini. Namun, semua membutuhkan waktu dan proses,” ujar Armia.
Ia menekankan tidak akan menghindar dari tanggung jawab sebagai kepala daerah. Menurutnya, penanganan dampak bencana merupakan amanah yang harus diselesaikan bersama seluruh jajaran pemerintah daerah.
“Saya tidak akan lari selangkah pun dari tanggung jawab ini. Pemerintah daerah terus berupaya menyelesaikan persoalan yang dialami masyarakat serta membangun sinergi dengan semua pihak yang ingin membantu Aceh Tamiang,” tegasnya.
Armia juga menjelaskan, pihaknya bersama seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) telah melakukan pendataan dari tingkat desa hingga kabupaten guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terakomodasi dengan baik. Pemerintah daerah, lanjut dia, juga aktif membangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat proses pemulihan, termasuk dalam penanganan korban banjir.
Sementara itu, sejumlah ahli waris korban menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat maupun daerah. Mereka berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat, Kemensos, Bapak Bupati, dan seluruh pihak yang telah membantu. Kami mendoakan agar semua diberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan tugas,” ujar Herman, salah seorang ahli waris korban.
Bantuan santunan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan keluarga korban bencana memperoleh hak dan dukungan negara di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. ( D. Yogi. S )












