Malang- Satupena.co.id: Kelompok Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Desa Codoh, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, melakukan terobosan pertanian dengan menggelar gerakan penanaman bawang merah varietas tahan hujan lebat. Program ini dirancang sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan cuaca ekstrem yang selama ini menjadi penyebab utama menurunnya hasil panen petani bawang merah di wilayah tersebut.
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mencakup pembuatan model budidaya adaptif serta penyusunan panduan praktis yang mudah diterapkan oleh petani lokal. Tujuannya adalah meningkatkan ketahanan produksi bawang merah selama musim hujan sekaligus menekan risiko gagal panen akibat genangan air, busuk akar, dan pertumbuhan gulma berlebih.
Kelompok JATAM Desa Codoh bertindak sebagai pelaksana utama kegiatan, dengan pendampingan langsung dari Prof. Sahri selaku Ketua JATAM Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota kelompok tani Desa Codoh serta sejumlah petani dari desa-desa sekitar yang tertarik mengadopsi teknologi budidaya tersebut.
Rangkaian kegiatan dimulai pada awal Februari 2026. Tahap persiapan lahan dilaksanakan pada 2 Februari 2026, dilanjutkan dengan penanaman bawang merah secara massal pada 5 Februari 2026. Selama masa pertumbuhan tanaman, pemantauan dan evaluasi akan dilakukan secara rutin setiap minggu guna memastikan efektivitas metode yang diterapkan.
Lahan pertanian milik Kelompok JATAM Desa Codoh dipilih sebagai lokasi kegiatan karena selama ini kerap terdampak hujan lebat yang mengganggu produktivitas bawang merah. Padahal, bawang merah merupakan komoditas unggulan dan sumber utama penghasilan petani setempat.
Dalam pelaksanaannya, petani menggunakan varietas bawang merah yang telah teruji memiliki ketahanan terhadap kondisi lembap dan intensitas hujan tinggi. Pengolahan lahan dilakukan dengan sistem bedengan tinggi serta dilengkapi saluran drainase yang efektif untuk mencegah genangan air. Selain itu, Prof. Sahri memberikan pembekalan teknis terkait pola tanam yang tepat, pemupukan organik, serta pengendalian hama dan penyakit secara alami dan berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan oleh Tim JATAM Kabupaten Malang. Hasil dan pembelajaran dari program ini nantinya akan disebarluaskan melalui media lokal serta forum pertemuan kelompok tani, agar dapat diadopsi secara lebih luas oleh petani bawang merah di wilayah lain.
Melalui program ini, JATAM Kabupaten Malang berharap mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendongkrak pendapatan petani di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata. Jika berhasil, model budidaya ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan pertanian adaptif di Kabupaten Malang dan sekitarnya.
( Sunarto ).














