Samosir, Satupena.co.id – Pemerintah Kabupaten Samosir menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Samosir Tahun 2027 di Aula Kantor Bupati Samosir, Rabu (28/01/2026).
Forum konsultasi publik ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Martopolo Tamba, Kabag Ops Polres Samosir Eduar, Pabung 0210/TU G. Sebayang, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Samosir.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dalam sambutannya menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten Samosir. Ia menekankan bahwa seluruh masukan dari para pemangku kepentingan, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah.
“Pemerataan pembangunan harus dilakukan di seluruh wilayah dan bersifat berkelanjutan. Setiap daerah memiliki karakteristik geografis yang berbeda, termasuk kondisi lahan pertanian yang berbukit-bukit, sehingga pendekatan pembangunan tidak bisa disamakan,” ujar Ariston.
Ia berharap forum konsultasi publik ini mampu menghasilkan saran dan masukan yang konstruktif dalam rangka mendukung pencapaian visi RPJMD Kabupaten Samosir Tahun 2025–2029, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ariston juga menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas hasil dan manfaat program pembangunan.
Dalam upaya akselerasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), Wabup Samosir meminta agar peningkatan kualitas SDM menjadi prioritas utama guna mendorong penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, berbagai sektor potensial seperti pertanian, UMKM, dan pariwisata harus terus dikembangkan dengan memetakan keunggulan masing-masing wilayah.
“Kita harus membangun kerja sama yang kuat antara pemerintah, masyarakat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh stakeholder agar pembangunan dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Samosir Sarhockel Martopolo Tamba menegaskan bahwa penyusunan Ranwal RKPD harus benar-benar menyerap aspirasi masyarakat melalui mekanisme Musrenbang serta hasil reses DPRD.
Ia mengingatkan bahwa tantangan efisiensi anggaran pada tahun 2025 dan pemotongan bantuan keuangan dari pemerintah pusat pada tahun 2026 menuntut Pemkab Samosir untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menetapkan kebijakan anggaran.
“Pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan harus tetap menjadi perhatian utama. Masyarakat harus tetap merasakan kehadiran pemerintah meskipun dengan keterbatasan anggaran,” tegas Sarhockel.
Dukungan terhadap perencanaan pembangunan yang matang juga disampaikan oleh Polres Samosir dan Kodim 0210/TU. Keduanya berharap program pembangunan yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan stabilitas serta kesejahteraan daerah.
Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Simarmata menjelaskan bahwa fokus pembangunan Kabupaten Samosir Tahun 2027 diarahkan pada empat prioritas utama, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, akselerasi pertumbuhan ekonomi dan optimalisasi sumber daya alam, peningkatan layanan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan optimalisasi pendapatan daerah.
(M Siboro C. ILJ)










