ACEH TENGAH

Rektor IAIN Takengon Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden Demi Jaga Profesionalisme

21
×

Rektor IAIN Takengon Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden Demi Jaga Profesionalisme

Sebarkan artikel ini

Aceh Tengah –satupena.co.id

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menyatakan dukungannya agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia guna menjaga independensi dan profesionalisme institusi kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Ridwan Nurdin saat menanggapi wacana penempatan Polri di bawah kementerian, Selasa (27/1/2026), di Kampus IAIN Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca juga Artikel ini :  Kodim 0106/Aceh Tengah Tangkap Pengedar Sabu, Bukti Komitmen Berantas Narkoba

Menurutnya, menempatkan Polri di bawah kementerian bukanlah langkah yang tepat karena berpotensi memengaruhi independensi dan profesionalisme Polri dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden agar independensinya terjaga. Jika berada di bawah kementerian, dikhawatirkan akan muncul intervensi birokrasi maupun politik yang dapat mengganggu profesionalisme Polri,” ujar Prof. Ridwan.

Baca juga Artikel ini :  Babinsa Koramil 06/Jagong Laksanakan Program Ketahanan Pangan Bersama Warga Desa Gegarang

Ia menegaskan, posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusional yang bertujuan memperkuat peran Polri sebagai institusi negara yang profesional, modern, dan berintegritas.

Baca juga Artikel ini :  20 Warga Kampung Pepayungen Angkup Ucap Syukur Terima Paket Sembako Jumat Barokah Polres Aceh Tengah

“Dengan posisi tersebut, Polri dapat bekerja secara objektif, netral, dan fokus pada pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat tanpa tekanan kepentingan tertentu,” tambahnya.

Prof. Ridwan juga berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui penegakan hukum yang adil, transparan, dan humanis.