Aceh Tengah, Satupena.co.id – Polres Aceh Tengah menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Sanika Satyawada Polres Aceh Tengah, Sabtu pagi (17/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna sebagai sarana penguatan spiritual bagi seluruh personel.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Aipda Razali, dilanjutkan dengan sambutan Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., tausyiah oleh Ustaz Junaidi Ilyas, S.Pd.I., serta ditutup dengan doa bersama.
Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Tengah menekankan pentingnya menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai pengingat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.
“Peringatan Isra Mi’raj ini hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Bagi saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah, semoga diberikan kesabaran, ketabahan, serta kekuatan untuk bangkit kembali,” ujar AKBP Muhamad Taufiq.
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Momentum Isra Mi’raj Mari Kita Perbaiki Diri dan Memperkuat Kepedulian terhadap Saudara yang Tertimpa Musibah”, yang sejalan dengan kondisi Aceh saat ini pascabencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Ustaz Junaidi Ilyas menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan hati dan sarat makna. Ia mengingatkan agar setiap personel, meskipun disibukkan dengan tugas dan tanggung jawab, tidak melupakan bakti kepada orang tua.
Ustaz Junaidi juga menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj kali ini menjadi bagian dari penguatan spiritual sekaligus trauma healing, terutama bagi personel Polri yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan bencana dan pelayanan kemanusiaan.
Menurutnya, terdapat dua sikap utama yang harus senantiasa dijaga dalam kehidupan, yakni bersyukur dan bersabar. Tanpa rasa syukur, hidup akan dipenuhi kegelisahan, sementara kesabaran merupakan kunci utama dalam menghadapi setiap ujian, termasuk bencana alam.
“Setiap manusia pasti diuji. Seperti saat ini, Aceh sedang diuji dengan berbagai bencana. Ketika tertimpa musibah, maka bersabarlah dan tetap yakin akan pertolongan Allah SWT,” tuturnya.
Tausyiah disampaikan dengan bahasa yang ringan, komunikatif, dan menyentuh hati, sehingga mampu memberikan ketenangan, motivasi, serta semangat baru bagi seluruh personel Polres Aceh Tengah untuk terus menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemulihan pascabencana.










